Xi harap sikap saling percaya menguat dalam hubungan China-AS
Istanbul (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping mengharapkan agar hubungan dengan Amerika Serikat terus dipenuhi dengan sikap saling percaya, dialog, dan "kompetisi sehat", saat dijamu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
Dalam pernyataannya pada Kamis, Xi berkata Beijing dan Washington harus memperkuat komunikasi antara satu sama lain.
Meski terdapat perbedaan dalam "kondisi nasional" masing-masing, Presiden China menilai hubungan kedua negara sepatutnya bisa lebih saling memahami, mencari kesamaan posisi, dan membangun sikap saling percaya melalui "dialog yang jujur, mendalam, dan berkelanjutan."
Xi mendorong penguatan interaksi antara departemen pemerintah AS dan China, khususnya yang membidangi urusan luar negeri, ekonomi, kerja sama keuangan, penegakan hukum, dan pertukaran masyarakat.
Dia juga menyatakan dukungan terhadap interaksi yang lebih intensif antara badan legislatif kedua negara.
Baca juga: Trump-Xi Bertemu, tata kelola AI jadi salah satu fokus utama
"Kita harus hidup berdampingan dengan damai," kata dia, sembari menambahkan bahwa sebagai dua negara besar, mereka "akan beruntung jika bekerja sama dan akan kalah jika bermusuhan".
Dia menilai China dan AS tak sepatutnya menghindari kompetisi sepenuhnya karena hal tersebut dapat dilaksanakan secara "sehat" dan "dengan batasan".
Xi menyerukan agar China dan AS lebih baik "saling kejar-kejaran satu sama lain" daripada saling bergulat dengan sia-sia di mana "tidak ada pihak yang menang ataupun kalah".
China dan AS "harus berkomitmen agar tidak berkonflik dan tidak bermusuhan", lanjutnya, sembari mengingatkan arti penting dialog rutin serta perbaikan mekanisme komunikasi dan pencegahan krisis antara militer kedua negara.
"Jebakan Thucydides dapat kita taklukkan," kata dia, merujuk pada konsep gagasan novelis AS Herman Wouk soal konflik antara kekuatan baru dengan kekuatan mapan.
Baca juga: Xi Jinping sebut China dan AS seharusnya jadi mitra, bukan rival
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.