◐

Wisuda 2657 lulusan dihadiri Menteri LH dan Ketua PP Muhammadiyah, Rektor UMSU siapkan alumni adaptif dan berdampak - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mewisuda sebanyak 2.657 lulusan pada Wisuda Periode II Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (27–29/10) Jl. Listrik No.2, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pada hari pertama, Selasa (27/10), sebanyak 943 wisudawan mengikuti prosesi wisuda. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Prof. Dr. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., Direktur TVMu Dr. Makroen Sanjaya, pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sumatera Utara, anggota senat, serta sivitas akademika UMSU.

Pada rangkaian kegiatan ini, para lulusan menerima pesan mengenai pentingnya integritas, pembelajaran sepanjang hayat, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kewirausahaan, serta tanggung jawab menjaga lingkungan.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan kerja keras, doa, dan pengorbanan mahasiswa beserta keluarga.

Dia mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada pekerjaan dan jabatan, tetapi juga mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan diharapkan berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda. Sementara itu, lulusan bidang ilmu sosial dan politik diharapkan menghadirkan komunikasi publik yang bertanggung jawab dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.Adapun lulusan program magister dan doktor didorong untuk memperkuat penelitian, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

UMSU, lanjutnya, menyelenggarakan pendidikan berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan pembentukan karakter.

Rektor juga memaparkan capaian institusi. UMSU disebut mampu mempertahankan posisi lima besar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia, dari total 165 perguruan tinggi. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 29.617 orang, UMSU juga disebut sebagai perguruan tinggi swasta terbesar di Pulau Sumatera.

Dalam menyiapkan alumni yang adaptif dan berdampak, UMSU mengembangkan infrastruktur  yang turut menjadi perhatian, termasuk pembangunan kampus terpadu dan rencana gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan hingga 10 lantai untuk mendukung fasilitas pendidikan serta pengembangan rumah sakit pendidikan UMSU.

Kemudian, Ketua PP Muhammadiyah membidangi Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, serta berpegang teguh pada nilai moral dan etika.

Ada tiga penting bagi para lulusan yang disampaikannya, yaitu menjadi pembelajar sepanjang hayat, meneguhkan integritas dan akhlak mulia, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Dalam kehidupan profesional, kompetensi akan membuka peluang, tetapi integritas akan menentukan keberlanjutan kepercayaan,” katanya.

Dadang juga mengingatkan para lulusan agar menjaga kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan etika dalam menjalankan profesi. Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada lulusan UMSU yang terlibat dalam korupsi maupun penyalahgunaan jabatan.

Pada kuliah umum oleh Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat dan bangsa.

“Selamat atas wisuda ini. Ini adalah tahap awal. Selanjutnya, saatnya berbakti kepada masyarakat dan bangsa serta menghasilkan dampak. Kerja banyak dan memberikan dampak banyak. Saya yakin UMSU sudah berdampak untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jumhur, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial dan lingkungan. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“Kampus harus menjadi bagian dari gerakan tobat ekologis karena kampus bukan individu, tetapi menebarkan Tridarma Perguruan Tinggi. Dan itu UMSU pasti sudah mengertilah,” katanya.

Dalam pemaparannya mengenai generasi muda dan Muhammadiyah mulai dari alma’un menuju pemberdayaan, dari kaderisasi meunju kepemimpinan sosial, dari kerelawanan menuju perubahan sistemik hingga dari kepedulian lingkungan menuju keadilan ekologis. Hal ini senada dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahaan yang UMSU bekali kepada alumni mulai dari Baitul Arqam Mahasiswa di awal perkuliahan dan Baitul Arqam Purna Studi di saat akhir perkuliahan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang dapat mendukung berbagai kegiatan pemulihan lingkungan. Namun, pemanfaatannya harus memperhatikan aturan, pengukuran, verifikasi, serta pembagian manfaat yang adil bagi masyarakat.

Menteri LH turut menyinggung pengembangan UMSU Garden di kawasan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Desa Sampali, Sumatera Utara. Menurutnya, pengembangan taman tersebut berpotensi menjadi bagian dari upaya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati, yang kini menjadi salah satu persoalan penting di tingkat global.

“Ke depan, UMSU Garden bisa menjadi bagian dari pengembangan keanekaragaman hayati. Kita harus memastikan biodiversitas tetap terpelihara, termasuk bekerja keras agar spesies yang mendekati kepunahan dapat terus berkembang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Prof. Dr. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., menyampaikan tiga pesan utama kepada para wisudawan, yakni mempererat silaturahmi, terus belajar sepanjang hayat, dan senantiasa menghormati orang tua.

Dia mengingatkan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar. Para lulusan harus terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan melalui berbagai sumber, termasuk buku, internet, dan pengalaman orang lain.

Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.