◐

Wamenko Dradjad Ungkap Jurus Dorong Ekonomi Masyarakat Desil Bawah

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo membeberkan cara pemerintah mendorong penguatan ekonomi masyarakat pada kelompok desil bawah dan menengah.

Beberapa caranya antara lain melalui penyaluran kredit, pemberdayaan, serta pengembangan usaha kelompok.

Dradjad menyebut upaya tersebut tidak hanya mengandalkan pemberian kredit murah, melainkan juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar kredit yang diberikan dapat berkembang menjadi kegiatan usaha produktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebetulan Presiden juga memberi arahan untuk misalkan untuk kredit bagi ibu-ibu, kredit Mekar, bunganya diturunkan 8 persen," ujar Dradjad saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (7/10).

Menurutnya, program kredit bagi masyarakat telah berjalan dan akan diperluas. Salah satunya, kredit melalui program Mekaar dengan suku bunga yang telah diturunkan menjadi 8 persen.

Dradjad menjelaskan perluasan program tersebut dilakukan karena terdapat sejumlah contoh keberhasilan usaha masyarakat di tingkat bawah.

"Fokus di desil bawah ini kalau kita lihat bisa mencapai puluhan juta," katanya.

Pemerintah sebelumnya memangkas suku bunga pinjaman program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar menjadi 8 persen mulai awal September 2026.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut tingkat suku bunga PNM Mekaar sebelumnya menyentuh kisaran 20 persen.

Selama ini, sambung Maman, beban bunga tersebut ditanggung oleh sekitar 14 juta nasabahnya yang merupakan ibu-ibu prasejahtera produktif non-bankable.

Presiden Prabowo Subianto pun menginstruksikan agar suku bunga kredit tersebut diturunkan hingga di bawah 10 persen agar tidak lagi membebani para perempuan kelompok prasejahtera tersebut.

Menindaklanjuti arahan Prabowo, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian UMKM, serta Danantara Indonesia langsung merumuskan kebijakan baru. Hasil rumusan antarinstitusi tersebut menyepakati penurunan suku bunga secara signifikan.

"Dari angka kurang lebih 20 persen, berdasarkan perintah dari Pak Presiden turun di 8 persen nanti mulai berlaku estimasi kurang lebih di awal September ini," ujar Maman ketika ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

Menurut Maman, pemerintah memilih menerapkan penurunan bunga pinjaman pada awal September lantaran ingin eksekusinya bisa dilakukan secepatnya.

Dengan begitu, ibu-ibu peserta program PNM Mekaar tidak lagi terbebani dengan suku bunga pinjaman yang terlampau tinggi ke depannya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)