◐

Riset Evident: Wamen dan waka badan berperan dongkrak citra lembaga

Riset Evident: Wamen dan waka badan berperan dongkrak citra lembaga

Kamis, 8 Oktober 2026 15:20 WIB

Image Print

Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo. ANTARA/HO-dok pribadi

Jakarta (ANTARA) - Lembaga riset independen Evident Institute Indonesia menyatakan wakil menteri dan wakil kepala badan Kabinet Merah Putih memiliki peran signifikan untuk mendukung citra kinerja lembaganya.

"Dalam negara demokrasi yang menempatkan kebebasan berpendapat, publik secara langsung memberikan penilaian mereka pada para wamen dan wakil kepala badan secara organik. Media massa memberikan porsi pemberitaan yang diproses melalui proses redaksi, sementara masyarakat melalui unggahan maupun tanggapan aktif di media sosial," kata Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan Antonius saat merilis hasil analisis soal 10 wamen dan wakil kepala badan Kabinet Merah Putih yang memiliki citra baik di mata publik dan berkinerja signifikan bagi citra kinerja lembaganya.

Kegiatan bertajuk "Kajian Analisis Popularitas dan Sorotan Publik terhadap Wakil Menteri dan Wakil Kepala Badan Kabinet Merah Putih Periode 3 September 2025 – 3 September 2026" didapati wamen dan kepala badan memberikan efek citra yang signifikan terhadap lembaga mereka.

Antonius mengungkapkan reaksi penilaian oleh media dan masyarakat tersebut tak selalu bersifat positif. Hal ini terjadi karena tindakan negatif yang dilakukan oleh individu pejabat.

Kondisi ini menjadi alasan kuat mengapa wamen dan wakil kepala badan

Pada sisi lain, banyaknya jumlah wamen dan wakil kepala badan pada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyebabkan kinerja baik yang telah dilakukan seolah tenggelam dalam ramainya pemberitaan negatif yang secara alami lebih menarik perhatian publik.

Evident Institute dalam analisis terhadap 63 tokoh dalam populasi kajian ini terdapat dua nama layak disorot lebih dekat karena portofolio jabatan bersifat vital, yakni penciptaan lapangan kerja lewat investasi dan komunikasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Pertama, Todotua Pasaribu, Wamen Investasi dan Hilirisasi/WakaKepala BKPM, mewakili sisi ekonomi yang capaiannya terukur lewat realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Kedua, Angga Raka Prabowo, Wamen Komunikasi dan Digital (Komdigi), mewakili sisi komunikasi publik yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan birokrasi dan masyarakat.

"Keduanya menjadi sampel yang relevan untuk menilai sejauh mana sorotan media berkorelasi dengan kinerja nyata pada dua urusan pemerintahan yang berdampak langsung ke masyarakat," ujar Ivan.

Todotua Pasaribu diidentifikasi sebagai kombinasi ideal antara legitimasi tulus dan popularitas organik, mencatat capaian institusional yang bersumber resmi.

Realisasi investasi nasional tahun 2025 melampaui target Presiden, tembus Rp1.931 triliun, dengan realisasi hilirisasi tumbuh 43,3 persen.

Tren pertumbuhan hilirisasi itu berlanjut pada semester pertama 2026, pada sisi reformasi birokrasi, ia memimpin penerapan skema "fiktif positif" berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang mempercepat proses perizinan usaha secara nyata.

Hal ini senada target pemerintah untuk menciptakan sekitar 2,5 juta lapangan kerja baru, dengan realisasi pada semester I tahun 2026 mencapai sekitar 1,456 juta tenaga kerja baru.

Capaian ini bersifat institusional dan terlacak ke siaran resmi kementerian, memenuhi syarat kapasitas operasional.

Secara lebih eksplisit dibandingkan kebanyakan tokoh lain dalam populasi kajian, yang datanya, sesuai keterbatasan kajian, umumnya hanya berupa volume pemberitaan tanpa indikator kinerja yang setara.

Sementara Angga Raka Prabowo, memegang peran sentral dalam penguatan komunikasi kebijakan pemerintah kepada publik.

Sejak pembentukan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada 17 September 2025 hingga digantikan pada 27 April 2026, ia memimpin Bakom dengan tetap menjabat Wamen Komdigi.

Selama menjabat Wamen Komdigi, ia turut berperan dalam agenda perlindungan data pribadi, pemberantasan judi daring, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam layanan publik, percepatan regulasi turunan dan kelembagaan, serta percepatan transformasi digital infrastruktur layanan.

Angga adalah representasi tokoh yang keunggulannya bertumpu pada penguatan tata kelola komunikasi publik, sisi yang jarang tersentuh oleh metodologi volume pemberitaan pada kajian ini.

Akan tetapi, dalam konteks saat ini, masih ada pekerjaan rumah untuk mengatasi sentimen publik terhadap pemerintah.

Hal ini bukan pekerjaan mudah karena persoalan ini berlangsung sebagai diskursus di ruang publik dan media sosial. Diperlukan adanya jembatan komunikasi yang setara (deliberatif) dan akan meningkatkan citra pemerintah di mata publik.

Satu wamen yang juga muncul sebagai data yang tidak bisa diabaikan adalah Giring Ganesha, Wakil Menteri Budaya, yang mendampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan latar belakang sebagai musisi.

Di bawah kepemimpinan keduanya, Indeks Pembangunan Kebudayaan tahun 2025 mencapai 59,98, melampaui target sebesar 58,39, dengan kenaikan tertinggi pada dimensi ketahanan sosial budaya, capaian yang diraih pada tahun pertama Kementerian Kebudayaan berdiri sebagai entitas pelaporan tersendiri.

Giring juga aktif memantau denyut industri musik nasional; ia menyampaikan bahwa pemerintah menerima data evaluasi dari Spotify yang menunjukkan musik Indonesia berhasil menguasai 80 persen tangga lagu teratas, data yang dibawa ke Konferensi Musik Indonesia di Makassar sebagai bahan kebijakan.

Ia turut menyuarakan pandangan bahwa budaya semestinya dipahami sebagai sumber inspirasi bagi kreativitas dan inovasi generasi muda, bukan sekadar warisan yang harus dijaga, dengan platform digital sebagai sarana memperluas jangkauan ekosistem budaya dan ekonomi kreatif nasional.

Evident membandingkan dengan laporan pihak ketiga Reportica yang menganalisis popularitas para wakil menteri di media sosial sepanjang Agustus 2026, periode yang jauh lebih singkat dari satu tahun penuh cakupan kajian utama.

Didapati Ossy Dermawan, Wamen ATR/Wakil Kepala BPN, mencatat volume tertinggi (6.108 sebutan), tetapi seratus persen berasal dari kanal kementerian sendiri, sebuah pola yang disebut “Ilusi Megafon”.

Sementara Taufik Hidayat, Wamen Pemuda dan Olahraga), sebaliknya memimpin popularitas organik murni dengan 1.677 sebutan tanpa bantuan kanal pribadi, diikuti Todotua Pasaribu dengan 1.048 sebutan organik.

Kajian ini memetakan volume pemberitaan media daring dan status hukum 63 tokoh setingkat wamen atau wakil kepala badan dalam Kabinet Merah Putih, selama satu tahun penuh.

Data dikumpulkan lewat Google News RSS, disaring memakai daftar media nasional yang mapan, menghasilkan 392 artikel dari 66 sumber media (rata-rata 6,2 artikel per tokoh).

Kajian ini bersifat deskriptif dan merupakan penjajakan awal, bukan penilaian kinerja pejabat publik. Penyaringan sumber media memakai daftar kurasi manual yang berbasis data Dewan Pers.

Kajian ini juga tidak memuat analisis sentimen, dan seluruh status hukum yang dilaporkan tunduk pada asas praduga tak bersalah.

Data hasil penjaringan otomatis pun berpotensi bergeser meski periode pengambilan sama, karena sifatnya yang bergulir dengan batas maksimal 15 artikel terbaru per tokoh.

Selain itu perlu memperhatikan tokoh dengan nama pasaran, sehingga bisa jadi jumlah mention adalah jumlah mention nama kebetulan sama yang di dalamnya terdapat rujukan ke orang lain.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026