Wamen Giring: Pameran foto Amerika Latin jadi media kolaborasi global

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengatakan bahwa pameran fotografi negara-negara Amerika Latin “Constelaciones Vivas” menjadi media kolaborasi antarnegara pada sektor budaya.

“Galeri Nasioinal Indonesia menjadi titik pertemuan bukan untuk sembilan negara melainkan sepuluh negara yakni Argentina, Columbia, Costa Rica, Ekuador, Guatemala, Mexico, Panama, Peru, Uruguay, dan Indonesia,” ujar Giring saat membuka pameran foto di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa foto-foto yang dipamerkan memiliki makna yang mendalam, lebih dari sekadar visual melainkan sebuah upaya untuk menghargai hubungan antara fotografer dengan obyek foto yang ada di depan kamera.

Satu foto, kata dia, mampu menjelaskan 1.000 kata, kemudian menjadi sebuah bentuk perayaan perjalanan sebagai sebuah keluarga besar dari bangsa yang berbeda.

Baca juga: Menbud sebut mengenal budaya luar bisa bangun persaudaraan

Perbedaan latar belakang antarnegara yang berpartisipasi dalam pameran ini sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan, menikmati dan menghargai budaya masing-masing negara.

Wamen berharap, pameran ini mampu menjadi pemantik kolaborasi besar lainnya dengan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Esti Nurjadin mengatakan bahwa pameran ini menjadi ruang dialog hingga menjadi upaya soft diplomacy antarnegara.

“Melalui kesempatan ini, pengunjung diharapkan dapat saling bertukar gagasan dan membangun pemahaman yang lebih luas terhadap keberagaman dunia,” ujarnya.

Duta Besar Uruguay, Yang Mulia Cristina González, mewakili negara-negara yang berpartisipasi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan edisi kedua Pameran Fotografi Amerika Latin di Jakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat dan memperluas hubungan budaya antara negara dan masyarakat di Amerika Latin dan Indonesia.

“Constelaciones Vivas mengajak kita untuk mengenal lebih dekat beragam kisah yang membentuk Amerika Latin, sekaligus melihat berbagai keterhubungan yang menyatukan kita, melampaui batas geografis dan perbedaan tradisi. Kami berharap pameran ini dapat membuka ruang baru dalam dialog dan pertukaran budaya antara Amerika Latin dan Indonesia, sekaligus merayakan keberagaman serta warisan budaya yang terus hidup dan berkembang di kawasan kami,” ujar Cristina.

Pameran fotografi ini menampilkan karya dari sembilan fotografer dan institusi budaya, termasuk Alejandro Chaskielberg (Argentina), Desiree Harahap (Meksiko/Indonesia), Kementerian Kebudayaan Panama, Federico “Fefo” Bouvier (Uruguay), Gabriel Barreto Bentín (Peru), Kementerian Luar Negeri dan Mobilitas Manusia Ekuador, Santiago Escobar Jaramillo (Kolombia), Kementerian Luar Negeri Kosta Rika, serta Institut Pariwisata Guatemala (INGUAT).

Baca juga: Delapan kedutaan besar Amerika Latin gelar pameran foto "Tierra Viva"

Baca juga: Giring: Pameran Oesman Effendi mampu menginspirasi generasi muda

Baca juga: Wamenbud: Musik lokal kuasai 80 persen Top Chart Spotify

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.