Wali Kota Jakpus ajak warga pilah sampah dari rumah
Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengajak warga memilah sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan Jakarta menjelang usia lima abad pada 2027.
"Tanpa terasa sampah kita 9 ribu ton per hari. Oleh karena itu, warga diharapkan untuk memilah sampah dari rumah," kata Arifin saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 Hijriah di Masjid Nurul Qibthiyah, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu.
Arifin mengatakan pemilahan sampah dari rumah menjadi bagian penting dalam program pilah sampah yang perlu keterlibatan masyarakat.
Menurut dia, kebiasaan tersebut perlu dilakukan mulai dari lingkungan keluarga agar upaya menjaga kebersihan dapat berjalan bersama.
Dia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjaga warga dan anak-anak sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap Jakarta.
"Tahun depan, Jakarta sudah 5 abad umurnya. Saya mengajak jamaah untuk menjaga lingkungan, jaga warga kita jaga anak-anak kita, dan Jaga Jakarta," katanya.
Baca juga: Wali Kota Jakpus ajak ulama jaga moral generasi muda
Dalam kesempatan itu, Arifin juga menyampaikan sejumlah program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah berjalan, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP), sekolah swasta gratis, dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Dia menyebut KJP telah diberikan kepada lebih dari 700 ribu anak. Selain sekolah negeri, program sekolah gratis juga telah mencakup 105 sekolah swasta pada jenjang SD, SMP, dan SMA.
Dalam kegiatan tersebut, Arifin mengajak jamaah meneladani keluhuran dan akhlak mulia Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan sehari-hari.
"Banyak pengaruh besar Nabi Muhammad Saw terhadap perubahan peradaban di muka bumi ini, baik agama, sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya," ujar Arifin.
Baca juga: Wali Kota Jakpus minta jajaran buka ruang konsultasi dengan warga
Baca juga: Wali Kota Jakpus minta pembangunan sesuaikan kapasitas infrastruktur
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.