Veddriq Leonardo Sebut Persaingan Speed Asia Semakin Merata |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, NAGOYA -- Persaingan nomor speed putra di level Asia semakin merata. Atlet panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo menilai setiap atlet kini harus terus meningkatkan kemampuan karena perbedaan kekuatan di antara para pesaing semakin tipis.
“Kalau untuk saya, memang peta persaingan sekarang sudah mulai rata untuk di level Asia,” kata Veddriq seusai pertandingan Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Aichi, Jepang, Kamis (1/10/2026).
Penilaian tersebut disampaikan Veddriq setelah dirinya gagal melaju ke final nomor speed putra. Rekan senegaranya, Aditya Tri Syahria, juga gagal meraih medali setelah melakukan false start pada partai final.
Veddriq mengakui nomor speed memiliki banyak variabel yang dapat menentukan hasil pertandingan. Karena itu, menurut dia, hasil yang diraih di Asian Games 2026 menjadi bagian dari proses yang harus dievaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Ya, inilah speed, banyak variabel. Walaupun belum juara, yang pasti prosesnya sudah maksimal,” ujar Veddriq.
Pada babak semifinal, Veddriq mencatat waktu 4,95 detik. Namun, catatan tersebut hanya menempatkannya di posisi ketiga sehingga ia tidak berhak melaju ke final.
Sebelumnya, Veddriq juga belum mampu menembus posisi teratas pada babak kualifikasi. Ia mencatat waktu 4,78 detik dan menempati peringkat kelima.
Sementara itu, Aditya mampu melaju hingga final. Namun, langkah atlet berusia 23 tahun tersebut terhenti setelah melakukan false start sehingga gagal meraih medali untuk Indonesia.
Veddriq menilai performa Aditya sebenarnya menunjukkan perkembangan positif sepanjang persiapan menuju Asian Games. Ia menyebut Aditya beberapa kali mampu mencatatkan waktu terbaik dalam latihan.
“Latihan juga Adit beberapa kali melakukan pemanjatan dengan catatan waktu terbaik, dan sampai di final hanya belum rezeki saja,” kata Veddriq.
Medali emas nomor speed putra akhirnya menjadi milik Shouhong Cu dari China dengan catatan waktu 4,714 detik. Medali perak diraih Reza Ali Pour Shenazandi Fard dari Iran dengan waktu 5,367 detik, sedangkan perunggu menjadi milik Damir Toktarov dari Kazakhstan dengan catatan 7,342 detik.
Veddriq pun tidak ingin berlama-lama larut dalam hasil Asian Games 2026. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu mengatakan dirinya harus segera mengalihkan perhatian ke target berikutnya, yakni Olimpiade.
“Setelah ini, kita harus cari fokus baru lagi, kalau Asian Games sudah beres ke Olimpiade. Semoga tim Indonesia makin bisa meng-upgrade diri, masih banyak hal yang perlu kita tingkatkan,” ujar Veddriq.
sumber : Antara