◐

Trump Kembali Ancam Hancurkan Iran Jika Perundingan Perang Gagal

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Amerika Serikat, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan  dirinya akan segera memutuskan apakah akan menghancurkan Iran. Sementara itu Teheran menyatakan telah menerima tanggapan resmi Washington atas proposal untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan.

Baca Juga

"Kita harus mengambil keputusan: menghancurkan mereka atau membuat kesepakatan," kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers di Ruang Oval Gedung Putih dikutip dari laman Politico, Kamis (1/10/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, ketika ditanya bagaimana dirinya akan bernegosiasi dengan pejabat Iran, Trump menyebut kemungkinan untuk menghancurkan negara tersebut.

Baca Juga

"Mungkin kita menghancurkan mereka," kata dia.

Sebelummya, proposal Iran yang disampaikan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu itu menyerukan agar Selat Hormuz kembali dibuka dalam waktu satu minggu dan perundingan nuklir dilanjutkan. Sebagai imbalannya, Teheran meminta AS menghentikan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, mencabut sanksi terhadap penjualan minyak Iran, serta membuka kembali aset Iran yang dibekukan. Iran juga menyerukan gencatan senjata di seluruh wilayah konflik.

Baca Juga

Namun, Trump secara terbuka menolak proposal tersebut pada Sabtu. Ia mengatakan Iran menginginkan kesepakatan karena sedang mengalami kekalahan besar.

"Mereka ingin membuat kesepakatan dan menurut saya itu baik. Saya juga ingin membuat kesepakatan. Namun, kesepakatan itu tidak dapat diterima," ujar Trump.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran telah mengetahui tanggapan awal Trump. Namun, Iran masih menunggu posisi resmi Washington yang akan disampaikan melalui para mediator. Qatar dan Pakistan terus berupaya menghidupkan kembali perundingan antara kedua pihak.

Perang tersebut dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Pada 7 April, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Saat itu, ia memperingatkan bahwa seluruh peradaban akan mati malam itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa jam kemudian, setelah Pakistan menjadi mediator, Trump menyetujui gencatan senjata selama dua pekan untuk memberikan waktu bagi kedua pihak melakukan perundingan.

Namun, pada 8 Juli, Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir, meski mengatakan pembicaraan masih dapat dilanjutkan. Hingga kini, kedua pihak belum mencapai kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Trump Ngaku Sumbangkan Gajinya Buat Renovasi Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa selama masa jabatan keduanya, ia menyumbangkan gaji tahunannya untuk renovasi Gedung Putih.

VIVA.co.id

1 Oktober 2026