Hilirisasi Nikel Dorong Perubahan Struktur Ekonomi Sulawesi |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyebut hilirisasi nikel mulai mendorong perubahan struktur ekonomi di sejumlah wilayah Sulawesi. Perkembangan industri pengolahan mineral membuat daerah yang sebelumnya bertumpu pada sektor pertambangan dan pertanian mulai bergeser ke sektor industri.
Perubahan tersebut terlihat di Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang mengalami perkembangan aktivitas industri berbasis pengolahan mineral dalam satu dekade terakhir. Perkembangan industri juga memperluas aktivitas investasi, tenaga kerja, serta kegiatan ekonomi pendukung di sekitar kawasan pengolahan.
“Kalau dulu Morowali didominasi pertambangan dan pertanian, sekarang lebih dari 75 persen ekonominya ditopang sektor industri,” kata Faisal, dikutip Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan dampak hilirisasi terhadap perekonomian daerah penghasil mineral. Pengembangan industri pengolahan memperpanjang rantai nilai mineral di dalam negeri sekaligus meningkatkan peran sektor industri dalam struktur ekonomi daerah.
Di sisi lain, rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan integrasi dari aktivitas hulu hingga pengolahan. Faisal menyebut sektor hulu telah memiliki tingkat kematangan yang lebih tinggi, sedangkan aktivitas midstream dan downstream masih terus berkembang.
“Kalau di upstream kita sudah high maturity, sementara di midstream dan downstream masih berkembang. Tapi ke depan ini bisa meningkat cepat, dan dampaknya terhadap perekonomian daerah juga akan semakin besar,” ujarnya.
Perkembangan industri pengolahan mineral juga berlangsung di Sulawesi Selatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan PDRB mencapai Rp206,70 triliun berdasarkan harga berlaku.
Investasi pengolahan nikel turut memperkuat perkembangan ekosistem industri di Sulawesi. PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, mengembangkan sejumlah proyek pertumbuhan di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako sebagai bagian dari ekspansi rantai nilai nikelnya.
Pengembangan tersebut mencakup fasilitas berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), produk antara yang dapat digunakan lebih lanjut dalam rantai pasok material baterai. Pengembangan HPAL tersebut terkait dengan proyek Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako Limonite.
Faisal menilai besarnya manfaat hilirisasi ke depan tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas produksi. Keterkaitan industri dengan perekonomian lokal, pengembangan tenaga kerja, keterlibatan usaha daerah, serta pengelolaan dampak lingkungan juga menjadi bagian penting agar transformasi ekonomi dapat berlangsung berkelanjutan.
Dengan berkembangnya kapasitas pengolahan dan rantai nilai mineral, Sulawesi memiliki posisi penting dalam industrialisasi berbasis sumber daya. Perubahan struktur ekonomi di sejumlah wilayah menunjukkan hilirisasi berpotensi memperluas sumber pertumbuhan daerah, sekaligus membuka aktivitas ekonomi baru di luar sektor primer.