Usung Kurikulum Dual System, Kemenperin Cetak Tenaga Kerja Vokasi Industri di SMK SMTI Padang

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:15 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Perindustrian melalui sekolah binaan vokasi industrinya, yakni SMK Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Padang, menegaskan komitmennya untuk melahirkan tenaga kerja siap berkarier di sejumlah bidang industri Tanah Air.

Baca Juga

Misi itu pun mendapat sambutan dari masyarakat, dimana tercatat ada 4.043 calon siswa yang bersaing memperebutkan 264 kursi, yang disediakan oleh SMK SMTI Padang di Tahun Ajaran 2026/2027.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala SMK SMTI Padang, Sylvi mengatakan, tingginya animo calon siswa itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan vokasi industri, dan prospek lulusan SMK SMTI Padang.

Baca Juga

Ilustrasi Industri manufaktur.

Photo :

Selain itu, meningkatnya kepercayaan masyarakat tersebut juga merupakan hasil dari konsistensi pihak sekolah dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Baca Juga

"Sejalan dengan arahan Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI, kami mengintegrasikan Kurikulum Dual System agar setiap siswa tidak hanya menjadi tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga pribadi yang memiliki 'jiwa' industri," kata Sylvi dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli 2026.

Dia menegaskan bahwa pihaknya ingin melihat lulusan SMK SMTI Padang, tumbuh menjadi individu yang tangkas, adaptif, dan mampu merespons dinamika kebutuhan dunia kerja dengan percaya diri.

"Di balik setiap sertifikat kompetensi yang mereka raih, ada impian besar yang kami kawal agar mereka dapat berkontribusi nyata bagi keluarga dan kemajuan industri bangsa," ujarnya.

Peningkatan animo masyarakat tersebut berjalan seiring dengan capaian lulusan SMK SMTI Padang yang terus menunjukkan hasil positif. Pada pelantikan lulusan Angkatan ke-58 SINTEGRA'23 Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 216 lulusan resmi dikukuhkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh lulusan juga dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sementara data penelusuran lulusan hingga hari pelantikan menunjukkan 60,19 persen lulusan telah terserap. Terdiri atas 37,04 persen telah bekerja di berbagai perusahaan, dan 23,15 persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selama masa pendidikan, siswa memperoleh pengalaman melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), sertifikasi kompetensi BNSP, sertifikasi internasional Health, Safety and Environment (HSE), serta penguatan kemampuan bahasa Inggris melalui program TOEIC. Berbagai program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Halaman Selanjutnya

SMK SMTI Padang juga terus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, melalui lebih dari 50 nota kesepahaman (MoU) aktif. Kolaborasi tersebut mendukung penyelarasan kurikulum, pelaksanaan praktik kerja industri, hingga membuka peluang rekrutmen bagi lulusan.