UPR dan Dispursip Kalteng hadirkan Jejak Merdeka untuk peserta didik SKh
UPR dan Dispursip Kalteng hadirkan Jejak Merdeka untuk peserta didik SKh
Rabu, 26 Agustus 2026 13:28 WIB
UPR, Dispursip Kalteng dan Lampang Tandang Art Museum and Gallery hadirkan Jejak Merdeka: Gerak dan warna, berekspresi melalui seni tari dan seni lukis di Palangka Raya (22/8). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Palangka Raya (ANTARA) - Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR), berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalimantan Tengah serta Lampang Tandang Art Museum and Gallery, menggelar kegiatan seni bagi peserta didik dari Sekolah Khusus (SKh) di Kota Palangka Raya.
Koordinator Program Studi Pendidikan Sendratasik FKIP UPR Yuliati Eka Asi dalam keterangannya di Palangka Raya, Rabu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah disepakati.
"Sasarannya adalah sekolah khusus yang ada di Kota Palangka Raya," kata Yuliati.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta didik dari SKh agar dapat berekspresi dan mengembangkan potensi melalui seni, khususnya seni tari dan seni lukis.
Menurut dia, seni dapat menjadi media inklusif sehingga dapat dinikmati dan dipelajari oleh berbagai kalangan, termasuk peserta didik di sekolah khusus.
Dalam kegiatan bertajuk "Jejak Merdeka: Gerak dan Warna, Berekspresi melalui Seni Tari dan Seni Lukis" tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mengikuti workshop atau lokakarya dan langsung mempraktikkan keterampilan yang diberikan.
Peserta mendapatkan pelatihan tari dari tenaga pengajar Program Studi Sendratasik FKIP UPR serta workshop seni lukis bersama seniman dari Lampang Tandang Art Museum and Gallery.
"Anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga dalam bentuk workshop. Mereka mendapat pelatihan tari dari tenaga pengajar kami dan seni lukis dari narasumber," ujarnya.
Yuliati mengatakan kegiatan itu diikuti sekitar 20 anak dari sejumlah sekolah khusus di Kota Palangka Raya. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin mewujudkan konsep kampus berdampak dengan menghadirkan perguruan tinggi di tengah masyarakat.
"Kami ingin kampus ini ada di tengah masyarakat dan seni bisa dirasakan oleh semua khalayak," katanya.
Ia menambahkan, karya lukisan yang dihasilkan para peserta nantinya akan dipamerkan dalam kegiatan FKIP Expo pada 27-28 Agustus 2026.
Baca juga: Karang Taruna Kalteng buka rumah oksigen bagi warga terdampak asap karhutla
Sementara itu, Seniman Palangka Raya Lampang mengatakan pihaknya menyambut positif kolaborasi tersebut karena memberikan kesempatan kepada anak-anak dari SKh untuk mengenal dan terlibat langsung dalam dunia seni.
Ia menjelaskan, dalam workshop seni lukis, peserta diperkenalkan dengan warna dan cara mengekspresikannya menjadi sebuah karya.
"Bagaimana memperkenalkan warna dan bagaimana warna itu juga bisa menjadi suatu karya. Tidak harus ada bentuk awalnya. Dari warna pun dia sudah berbicara tentang painting atau melukis," katanya.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.