Senator Riau apresiasi tambahan dukungan penanganan karhutla

Pekanbaru, (ANTARA) - Anggota DPD RI asal Riau Muhammad Mursyid mengapresiasi dukungan tambahan pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Mursyid di Pekanbaru, Rabu, mengatakan kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memimpin langsung rapat penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (24/8), menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Riau.

"Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menyempatkan hadir langsung di Riau. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah pusat benar-benar hadir bersama masyarakat dalam menghadapi persoalan karhutla ini," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo memerintahkan pengiriman dua helikopter pengebom air (water bombing) tambahan dan 500 unit oksigen untuk memperkuat penanganan karhutla di Riau.

Presiden juga meminta pasokan oksigen ditambah hingga 700 unit untuk menyediakan cadangan.

Baca juga: KLH sebut akan ada langkah mitigasi karhutla secara subregional

Mursyid mengatakan dirinya akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak karhutla, khususnya kabut asap yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat.

Komunikasi tersebut, kata dia, diarahkan untuk mendorong koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga penanggulangan bencana, dan pihak terkait agar penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api membesar, tetapi juga melalui pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat.

Berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Riau dalam rapat yang dipimpin Presiden, hingga 23 Agustus 2026 terdapat 306 titik panas (hotspot) di Riau. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah menjadi titik kebakaran yang tersebar di empat kabupaten.

Dalam rapat tersebut, Presiden juga meminta jajaran terkait tidak menunggu "hotspot" berkembang menjadi titik api dan segera melakukan tindakan dini di lokasi yang terdeteksi.

Prabowo juga meminta edukasi kepada masyarakat diperkuat untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Baca juga: Kemenkes siapkan rekomendasi PJJ saat udara memburuk, respons karhutla

Mursyid menegaskan persoalan asap akibat karhutla tidak boleh dipandang sebagai persoalan satu daerah karena jika kondisi memburuk, dampaknya dapat dirasakan masyarakat di wilayah lain.

"Kita harus mengantisipasi bersama. Jangan sampai asap semakin meluas dan masyarakat menjadi korban. Ketika asap muncul, persoalannya bukan hanya kesehatan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, dan aktivitas sosial masyarakat ikut terganggu," katanya.

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.