◐

Tiket Konser Free Palestine Macklemore Ludes Terjual, Hasilnya Didonasikan ke 12 Organisasi

Liputan6.com, Jakarta - Satu hari setelah penjualan tiket tur bertajuk Free Palestine yang digagas Macklemore, rapper asal Amerika Serikat (AS) ini mengabarkan berita baik.  People mewartakan pada Kamis (1/10/2026), rapper berusia 43 tahun itu mengungkapkan bahwa semua pertunjukan telah habis terjual melalui unggahan Instagram-nya pada 30 September lalu.

“Ketiga pertunjukan itu langsung terjual habis,” tulis Macklemore dalam keterangan unggahannya. “Sejujurnya, saya sangat kaget.”

Pemilik nama asli Benjamin Hammond Haggerty itu pun mengungkapkan bahwa ia bersama para musisi lainnya ingin menunjukkan solidaritas untuk warga Palestina melalui seni dalam tur tersebut.

“Kami menyelenggarakan pertunjukan ini dengan cepat dan secara bersama-sama, karena percaya bahwa para musisi dapat menunjukkan solidaritas dengan Palestina, menggunakan panggung untuk mengumpulkan dana, dan menunjukkan seperti apa aksi kolektif itu,” lanjutnya, ia juga menambahkan bahwa “seni akan selalu menjadi bentuk perlawanan.”

Tur ini dijadwalkan singgah di Dublin, Paris, dan London pada akhir Oktober 2026, dengan harapan akan ada beberapa pemberhentian di AS. “Dublin, Paris, dan London, terima kasih telah hadir seperti yang kalian lakukan,” tulis rapper itu dalam keterangan unggahan tersebut.

“Respons terhadap pertunjukan ini adalah pengingat lain tentang betapa banyak orang di seluruh dunia yang bersatu untuk Palestina yang merdeka,” tambahnya.

Dua Belas Organisasi Penerima Donasi

Macklemore. (Anna KURTH / AFP)

Perbesar

Macklemore. (Anna KURTH / AFP)

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seluruh hasil dari konser ini akan disalurkan kepada 12 organisasi, yaitu Anera, Glia, Gaza Soup Kitchen, Taawon, HEAL Palestine, Palestinian Youth Movement, Middle East Children's Alliance, Jewish Voice for Peace, Medical Aid for Palestinians, Institute for Middle East Understanding, Palestine Children's Relief Fund, dan UNRWA USA.

Organisasi-organisasi tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari layanan medis, bantuan kemanusiaan, pendidikan, dukungan komunitas, hingga advokasi dan kerja komunikasi terkait warga Palestina.

"Aku telah menghabiskan waktu sekitar seminggu untuk menghubungi artis-artis yang mau menyuarakan solidaritasnya," ungkap Macklemore terkait musisi yang menurutnya telah menggunakan panggung mereka untuk menyuarakan solidaritas bagi warga Palestina. Ia mengakui rangkaian tur ini tersusun dengan cepat sehingga sejumlah detail, termasuk nama para penampil, masih dalam proses dimatangkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Polemik ini bermula ketika Macklemore, yang menjadi salah satu pembuka dalam tur Loop milik Ed Sheeran di Amerika Serikat, menyampaikan pidato pro-Palestina di atas panggung MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026. Dalam pidatonya, Macklemore menyampaikan pesannya soal kemanusiaan yang setara bagi seluruh pihak. "Keinginan agar semua manusia diperlakukan dengan sama dan adil itu seharusnya bukan hal yang kontroversial," ungkap Macklemore. Tak lama setelah momen tersebut, Macklemore dicoret dari sisa jadwal tur Sheeran di Amerika Serikat. Ia mengklaim bahwa pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, Robert Kraft, menghubungi Sheeran dan meminta agar dirinya tidak lagi diizinkan tampil, bahkan disebut turut menggalang dukungan dari pemilik stadion lain untuk memberikan ultimatum serupa. Sebagai bentuk solidaritas, empat pembuka acara lain dalam tur tersebut, yakni Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga, ikut mengundurkan diri dari rangkaian tur.