Semarang kembangkan Sekolah Laboratorium Pancasila
Semarang kembangkan Sekolah Laboratorium Pancasila
Selasa, 20 Oktober 2026 01:44 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP) menunjukkan dokumen perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani, di Semarang, Senin (19/10/2026). ANTARA/HO-Pemkot Semarang
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah menggandeng Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP) mengembangkan program Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) untuk mendorong penanaman nilai-nilai Pancasila melalui kebiasaan di lingkungan sekolah.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Senin, menjelaskan program itu menyasar siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.
Dia mengatakan hal tersebut, setelah penandatanganan kerja sama Pemkot Semarang dengan YPLP yang menjadi landasan pelaksanaan program SLP di Kota Semarang hingga 31 Desember 2030.
Dia mengatakan program tersebut mencakup penguatan wawasan kebangsaan, pola hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, jiwa kewirausahaan, dan kecakapan hidup.
Ia menekankan bahwa pengamalan Pancasila perlu dimulai dari diri sendiri dan diwujudkan secara konsisten dalam perilaku sehari-hari
Pendidikan karakter di sekolah diharapkan membantu siswa memahami nilai-nilai Pancasila sekaligus menerapkan dalam kehidupan bersama.
"Kita tidak boleh berhenti, dan hal-hal yang harus kita lakukan itu kita mulai dari kita," katanya.
Melalui program tersebut, Agustina berharap, nilai-nilai Pancasila tumbuh dalam keseharian siswa melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap lingkungan, pola hidup sehat, dan tanggung jawab.
Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter generasi muda di Kota Semarang.
Ketua YPLP Hamry Gusman Zakaria menyampaikan program SLP juga berpotensi dikembangkan melalui pengukuran karakter generasi muda.
YPLP mengusulkan lima indeks, yakni wawasan kebangsaan, degradasi moral, pola hidup sehat, lingkungan hidup, dan jiwa kewirausahaan.
"Akan disusun indeks wawasan kebangsaan untuk gen Alpha dan gen Z pertama di Indonesia," katanya.
Dia mengharapkan indeks tersebut dapat memetakan pemahaman generasi muda terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI, termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil pengukuran diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan program dan intervensi sesuai kebutuhan wilayah.
Pelaksanaan SLP dirancang melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan dengan ruang lingkup meliputi pemetaan kondisi awal satuan pendidikan, penyusunan program, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembentukan satuan tugas, serta pelibatan berbagai pihak sesuai kebutuhan.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.