PT Timah lepas liarkan 3.169 satwa endemik Babel - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Animal Lovers of Bangka Island (Alobi) Foundation telah melepasliarkan 3.169 satwa liar endemik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi di daerah itu.

"Sebelum dilepasliarkan, satwa endemik ini harus menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang," kata Departement Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan PPS di Kampoeng Reklamasi PT Timah (Persero) Tbk di Air Jangkang Kabupaten Bangka seluas empat hektare memiliki infrastruktur kandang modern untuk merehabilitasi satwa hasil sitaan negara, satwa berkonflik dengan masyarakat dan satwa hasil translokasi dari PPS lainnya.

"Sejak 2018 hingga saat ini, kita sudah melepasliarkan 3.169 satwa liar seperti penyu lekang, kukang Bangka, mentilin, trenggiling, beruang madu, rusa sambar, owa, binturong hingga buaya muara di kawasan-kawasan hutan lindung di daerah ini," katanya.

Ia menyatakan rehabilitasi satwa di PPS Kampoeng Reklamasi Air Jangkang ini merupakan upaya mengembalikan insting liar para satwa, sekaligus kesiapan fisik dan lingkungannya, sehingga saat dilepasliarkan nanti, para satwa bisa bertahan hidup dan berperan membangun ekosistem sebagaimana mestinya.

"Dengan rehabilitasi ini kita berupaya untuk mengembalikan insting liar, karena ini lebih sulit ketimbang menjinakkan. Selan tidak mudah juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya.

Menurut dia, satwa memiliki peran penting untuk menjaga ekosistem suatu kawasan agar tetap terjaga. Untuk itu, PT Timah Tbk berkolaborasi dengan Alobi Foundation dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Selatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan rehabilitasi satwa endemik Provinsi Kepulauan Babel ini.

"Kampoeng Reklamasi Air Jangkang merupakan kawasan bekas tambang yang dikelola PT Timah Tbk menjadi kawasan agrowisata yang mengusung konsep edu eco tourism, sehingga dapat mengedukasi masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa liar di daerah ini," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.