Houthi kuasai seluruh pesisir barat Yaman usai rebut kawasan Selat Bab al-Mandab

Aden (ANTARA) - Kelompok Houthi Yaman pada Jumat (11/9) menguasai seluruh pesisir barat Yaman dan memperluas serangannya melampaui Selat Bab al-Mandab yang strategis ke Provinsi Lahj di wilayah selatan, dengan menembakkan rudal balistik ke arah pasukan pemerintah yang mundur, demikian diungkapkan oleh para pejabat pemerintah dan militer.

Pada Jumat pagi, pasukan Houthi menyerbu Pulau Mayun, dikenal juga sebagai Pulau Perim, yang terletak di jantung Selat Bab al-Mandab dan membagi jalur perairan sempit tersebut menjadi dua jalur pelayaran, setelah pasukan pemerintah menarik diri pada malam sebelumnya, kata seorang pejabat pemerintah kepada Xinhua.

"Pasukan angkatan laut Houthi yang menggunakan sejumlah perahu tiba di Mayun pada Jumat pagi. Mereka mendarat di pulau tersebut dan mengambil alih kendali tanpa perlawanan militer," ujar pejabat tersebut, seraya menyebut bahwa kelompok Houthi kini memegang kendali penuh atas kawasan Bab al-Mandab.

Kemajuan tersebut terjadi usai kelompok Houthi pada Kamis (10/9) merebut Mocha, sebuah kota pelabuhan strategis di Laut Merah, Yaman barat daya.

"Setelah memperkuat kendali atas Bab al-Mandab serta berbagai wilayah pesisir dan pulau-pulau penting di dalam maupun di sekitar selat tersebut, kelompok Houthi kini menekan lebih jauh ke selatan," ujar seorang pejabat militer Yaman pada Jumat dengan syarat anonimitas.

Pasukan pemerintah telah mundur ke Khor Omeira di Lahj, sekitar 90 km sebelah barat Aden, yang merupakan pusat sementara pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional di pesisir selatan, ujar pejabat tersebut. Dia menambahkan bahwa pasukan tersebut sedang melakukan konsolidasi kembali tanpa indikasi yang jelas mengenai langkah mereka selanjutnya.

Warga di Khor Omeira melaporkan tanda-tanda kekacauan di kalangan pasukan pemerintah yang sedang mundur, dengan beberapa prajurit dikabarkan menjual senjata mereka dengan harga murah dan sebagian lainnya menanggalkan seragam mereka sebelum menuju ke arah Aden.

Seiring dengan garis depan yang bergerak mendekati Aden, pasukan keamanan memperkuat jalur masuk bagian barat kota tersebut, menurut seorang pejabat keamanan setempat.

Foto dari Houthi Media Center ini menunjukkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, 9 Agustus 2026. ANTARA/Xinhua/HO-Houthi Media Center

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi al-Masirah yang dikelola Houthi pada Jumat, juru bicara Houthi, Yahya Sarea, mengatakan bahwa serangan kelompok tersebut, yang dilancarkan pada 3 September, telah merebut wilayah seluas sekitar 5.400 kilometer persegi di Yaman barat

Dia juga mengeklaim bahwa pasukan Houthi terlibat dalam 32 pertempuran dengan pesawat tempur Arab Saudi dan menembak jatuh sembilan pesawat.

Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Menanggapi kekhawatiran atas keamanan Selat Bab al-Mandab, Sarea menyatakan bahwa lalu lintas maritim internasional tetap "aman," sekaligus menegaskan kembali bahwa kapal-kapal Arab Saudi tetap tunduk pada pembatasan yang diberlakukan oleh Houthi.

Kelompok Houthi mengumumkan larangan terhadap pelayaran Arab Saudi pada 20 Juli dan sejak itu mengeklaim serangkaian serangan terhadap kapal tanker Arab Saudi serta fasilitas minyak di Arab Saudi.

Selat Bab al-Mandab, yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia, merupakan jalur utama bagi perdagangan internasional dan pengiriman energi.

Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara tersebut.

Kemajuan pesat Houthi tersebut menandai eskalasi paling tajam sejak gencatan senjata yang dimediasi oleh PBB pada 2022 lalu sebagian besar menghentikan pertempuran berskala besar.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.