◐

Presiden Xi umumkan dua panda akan dikirim ke Amerika Serikat - ANTARA News Gorontalo

Beijing (ANTARA) - Presiden Xi Jinping mengumumkan dua ekor panda raksasa asal China akan dipinjamkan ke Kebun Binatang Atlanta untuk menyapa masyarakat Amerika Serikat.

"Panda raksasa telah menjadi duta persahabatan antara rakyat China dan Amerika. Saya memiliki kabar baik di sini. Dalam beberapa hari ke depan, dua ekor panda, Ping Ping dan Fu Shuang, akan tiba di rumah baru mereka di Kebun Binatang Atlanta dan menyapa masyarakat Amerika," kata Presiden Xi saat menyampaikan pidato di Gedung Putih, Washington, Kamis (24/9) seperti dalam laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA dari Beijing, Jumat.

Diplomasi panda lazim diartikan sebagai tindakan ketika panda raksasa dikirim ke negara lain sebagai hadiah dari pemerintah China. Tujuan diplomasi panda tersebut untuk membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. Status seluruh panda adalah pinjaman dari China dengan kontrak yang diperbarui tiap 10 tahun.

Dalam pidatonya, Xi mengaku sangat senang dapat melakukan kunjungan kenegaraan ke AS bersama dengan istrinya Peng Liyuan.

"Baik China maupun AS adalah negara besar, dan rakyat kedua negara pun merupakan bangsa yang hebat. Saya mengunjungi AS atas undangan Presiden Trump untuk melanjutkan persahabatan kita, memperluas kerja sama, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara," tambah Xi.

Di tengah perubahan dunia dan zaman yang memiliki signifikansi sejarah saat ini, Xi menyebut China dan AS sebagai dua negara besar memikul tanggung jawab sejarah untuk memajukan pembangunan dan kemajuan umat manusia.

"Presiden Trump, dalam kunjungan Anda ke China tahun ini, kita sepakat untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis; hal ini disambut baik oleh rakyat kedua negara maupun masyarakat internasional. Saya siap bekerja sama dengan Anda untuk mengarahkan kapal besar hubungan China-AS agar tetap berada pada jalur yang stabil menuju masa depan," ungkap Xi.

Xi menegaskan bahwa China dan AS perlu memperkuat komunikasi karena keduanya memiliki kepentingan nasional yang berbeda, namun melalui dialog yang terbuka, mendalam, dan berkelanjutan, kedua negara dapat saling memahami, mencari titik temu, mengesampingkan perbedaan, serta membangun rasa saling percaya.

"Presiden Trump dan saya saling menghormati satu sama lain. Kami telah membangun hubungan pribadi yang baik dan terus menjalin komunikasi. Kami mendorong instansi pemerintah baik yang membidangi urusan luar negeri, ekonomi, kerja sama keuangan, penegakan hukum, dan pertukaran antarwarga untuk semakin memperkuat interaksi, serta mendukung badan legislatif kedua negara dalam meningkatkan pertukaran," jelas Xi.

Xi juga meminta agar China dan AS bekerja sama dengan ketulusan karena kepentingan China dan AS saling terkait erat, dan terdapat peluang besar bagi kita untuk bekerja sama.

"Kerja sama China-AS mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah di dunia. Namun, tanpa kerja sama kita, akan sulit untuk mengatasi berbagai persoalan dunia," tambah Xi.

Menurut Xi, China senantiasa membuka pintu lebar-lebar serta menyambut perusahaan-perusahaan AS yang ingin berinvestasi dan menjalankan bisnis di sana.

"Kami berharap perusahaan-perusahaan China juga diperlakukan secara adil di AS. Dengan bekerja sama, kita dapat memperpanjang daftar kerja sama dan memperpendek daftar permasalahan," ungkap Xi.

Secara khusus, Xi juga membahas soal kecerdasan buatan (AI) karena ia menilai China dan AS sama-sama punya kemampuan di bidang tersebut sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola AI demi tujuan yang baik, serta memastikan bahwa pengembangan AI senantiasa berada di bawah kendali manusia dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain itu Xi mendukung upaya pemberantasan narkoba dan penegakan hukum oleh AS dan menegaskan China bersedia memperkuat kerja sama dengan AS untuk bidang tersebut dan dapat menambah penerbangan langsung guna memfasilitasi perjalanan dan perdagangan dua arah.

"Kita harus hidup berdampingan secara damai. Kita tidak perlu menghindari pembicaraan mengenai persaingan, tapi persaingan tersebut haruslah sehat dan tetap dalam batasan yang wajar. Persaingan ini hendaknya menjadi ajang saling mengejar kemajuan, bukan pergulatan yang hanya mengenal pemenang dan pihak yang kalah," jelas Xi.

China dan AS, kata Xi, harus memegang teguh prinsip untuk tidak berkonflik maupun berkonfrontasi.

"Kita pasti dapat menemukan jalan yang tepat bagi kedua negara besar ini untuk hidup rukun di planet yang kita sebut sebagai rumah bersama ini. Angkatan bersenjata kedua negara perlu memelihara dialog rutin serta menyempurnakan mekanisme komunikasi dan pencegahan krisis sehingga 'Thucydides Trap' pun dapat diatasi," ungkap Xi.

Xi menyebut, pada masa Perang Dunia II, rakyat China dan AS berjuang bahu-membahu melawan agresi fasis dan rakyat China tidak pernah melupakan bagian sejarah tersebut.

"Harapan bagi hubungan China-AS terletak pada rakyat kita, dan masa depannya berada di tangan generasi muda. Saya dengan gembira mengumumkan undangan bagi 100.000 pemuda Amerika untuk mengunjungi China guna mengikuti program pertukaran dan studi dalam kurun waktu lima tahun mendatang," tegas Xi.

Setelah berpidato, Xi Jinping dan Peng Liyuan menyaksikan pertunjukan Korps Marinir didampingi Presiden Trump dan Melania, kemudian mereka bersama-sama menuju Rose Garden di Gedung Putih untuk meninjau pasukan kehormatan. Korps musik militer ikut mengiringi prosesi tersebut dan pesawat tempur juga melintas di atas Gedung Putih sebagai bentuk penghormatan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Xi umumkan dua panda akan dikirim ke Amerika Serikat

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.