Presiden Prabowo pimpin ratas terkait dampak erupsi Anak Krakatau - ANTARA News Gorontalo

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin rapat terbatas penanganan dampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, penanggulangan bencana gempa di NTT, dan penanganan karhutla dengan sejumlah kepala daerah melalui sambungan video-conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Rapat terbatas itu, yang juga dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, dijadwalkan berlangsung pada Senin siang.

Informasi yang dihimpun dari sumber Istana, rapat terbatas itu akan disiarkan secara terbuka.

Terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah berlangsung selama akhir pekan lalu, Presiden Prabowo telah mengeluarkan imbauan untuk masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Presiden meminta masyarakat mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan serta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta mematuhi aturan zona bahaya dan batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

"Saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," kata Presiden Prabowo dalam siaran resminya di Jakarta, Minggu (6/9).

Presiden Prabowo memastikan pemerintah senantiasa memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait.

Presiden juga telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan situasi.

Perkembangan per Senin siang, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam, tetapi aktivitas vulkanik masih terus dipantau karena tingkat kegempaan masih tinggi.

Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Senin, menjelaskan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

Setelah periode tersebut berakhir, aktivitas erupsi kembali menunjukkan pola letusan ringan yang menjadi karakteristik Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Provinsi Lampung tersebut.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Prabowo pimpin ratas terkait dampak erupsi Anak Krakatau

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.