Prabowo susuri karhutla di Kubu Raya, pastikan penanganan optimal - ANTARA News Kalimantan Barat

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bergerak menuju salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, guna melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman berjalan optimal.

Dalam keterangan Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu, setibanya di lokasi, Presiden Prabowo tampak berjalan menyusuri lahan yang terbakar. Kepala Negara melihat dari dekat kondisi area terdampak serta proses penanganan kebakaran yang tengah dilakukan oleh petugas gabungan.

Di tengah peninjauan, Presiden Prabowo turut memberikan arahan kepada para menteri dan jajaran terkait yang mendampinginya.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar api dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lainnya.

Ia juga menghampiri dan menyapa para petugas yang tengah bertugas melakukan proses pemadaman. Kehadiran Kepala Negara di tengah para petugas menjadi bentuk perhatian terhadap kerja keras seluruh unsur yang terlibat langsung dalam pengendalian kebakaran di lapangan.

Tidak hanya berinteraksi dengan para petugas, Presiden Prabowo turut menyapa sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Interaksi tersebut menjadi bagian dari peninjauan Kepala Negara untuk melihat secara langsung situasi masyarakat di wilayah terdampak karhutla.

Dengan turun langsung ke lokasi kebakaran, Presiden Prabowo ingin memastikan arahan dan strategi penanganan karhutla dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

Pemerintah juga terus mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo susuri karhutla di Kubu Raya, pastikan penanganan optimal

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.