Pertamina Patra Niaga rayakan Hari Anak Nasional melalui edukasi pelestarian lingkungan

Mataram (ANTARA) - Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal (IT) Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak pesisir. Program ini berlangsung melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sekolah Alam Anak Pesisir.

Pertamina mengajak anak-anak mengenal sejarah dan budaya. Perusahaan juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Museum Tour ke Museum Negeri Nusa Tenggara Barat pada 12 Juli 2026 yang diikuti oleh 50 peserta didik Sekolah Alam Anak Pesisir. Bersama Komunitas Sanggar Jalan Pulang sebagai mitra pelaksana program, anak-anak diajak menjelajahi jejak sejarah, mengenal kekayaan budaya, serta memahami warisan lokal Nusa Tenggara Barat.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter, memperluas wawasan kebangsaan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budayadaerah sejak usia dini.

Usai mengikuti museum tour, peserta mengikuti berbagai permainan tradisional yang difasilitasi oleh Komunitas Alo Main. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diajak mengenal kembali permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang mampu menumbuhkan kreativitas, kerja sama, sportivitas, serta memperkuat interaksi sosial di tengah perkembangan era digital.

Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dilanjutkan dengan Aksi Penanaman 1.000 Bibit Mangrove pada 19 Juli 2026 di kawasan pesisir Desa Cendi Manik.

Kegiatan ini melibatkan peserta didik Sekolah Alam Anak Pesisir bersama fasilitator Komunitas Sanggar Jalan Pulang serta relawan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram, termasuk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi sekaligus habitat berbagai biota laut, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung untuk berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan sejak usia dini.

Pertamina Dorong Pendidikan Berkelanjutan Melalui Sekolah Alam Anak Pesisir
Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Manager Ampenan, Asep Bagja Firdaus, menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Pertamina dalam menciptakan ruang belajar yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi muda.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga dukung Festival Begawe Jelo Nyesek di Lombok

"Pertamina meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda. Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, kami menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya memperkaya wawasan anak-anak terhadap sejarah dan budaya, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi pesisir yang berkarakter, berdaya saing, serta memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan," ujar Asep.

Project Manager Komunitas Sanggar Jalan Pulang, Zahit Idris, menambahkan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan edukasi budaya dan lingkungan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak-anak.

"Anak-anak belajar lebih efektif ketika mereka mengalami secara langsung. Museum menjadi ruang untuk mengenal identitas dan sejarah, sementara kegiatan penanaman mangrove mengajarkan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan. Pendekatan seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter anak yang peduli terhadap lingkungan, budaya, dan komunitasnya," ungkap Zahit.

Baca juga: Pertamina menghadirkan pemantauan keanekaragaman hayati berbasis AI

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa Program Sekolah Alam Anak Pesisir merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam mencetak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan budaya.

"Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa investasi sosial tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga dengan menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian budaya sejak dini. Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, Pertamina Patra Niaga terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki karakter kuat, berwawasan lingkungan, serta mampu menjadi agen perubahan bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir," ujar Ahad.

Program Sekolah Alam Anak Pesisir merupakan program TJSL Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Ampenan yang dikembangkan bersama Komunitas Sanggar Jalan Pulang melalui pendekatan 3E (Edukasi, Ekologi, dan Ekonomi).

Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan anak-anak pesisir melalui pembelajaran berbasis potensi lokal, pelestarian lingkungan, serta penguatan karakter untuk mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi bersama komunitas, relawan, dan perguruan tinggi, Pertamina Patra Niaga berharap rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional 2026 ini tidak hanya menjadi ruang belajar yang inspiratif bagi anak-anak, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian budaya dan ekosistem pesisir sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Pewarta : Awaludin
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026