Ratusan geobag dipasang di pesisir Kecamatan Kumai cegah abrasi

Ratusan geobag dipasang di pesisir Kecamatan Kumai cegah abrasi

Kamis, 23 Juli 2026 18:16 WIB

Image Print

BPBD Kobar bersama warga sekitar saat bergotong royong memasang geobag di bibir pantai di wilayah pesisir Kecamatan Kumai, Rabu (22/7/2026) ANTARA/HO-BPBD Kobar.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah gerak cepat tangani abrasi pantai, melalui pemasangan geobag di bibir pantai Desa Keraya, Kecamatan Kumai.

"Pemasangan geobag itu sebagai tindak lanjut terhadap penanganan abrasi pantai, yang terus menggerus badan jalan di wilayah Desa Keraya," kata Plt Kepala BPBD Kobar Samuel di Pangkalan Bun, Kamis.

Gelombang yang cukup tinggi terus mengikis bibir pantai dan menyebabkan kerusakan salah satu akses jalan yang sering dilintasi oleh masyarakat, yang menghubungkan antar desa di wilayah tersebut.

Kerusakan infrastruktur jalan akibat abrasi sudah sangat mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik, maka harus dilakukan tindak lanjut untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.

Dia mengatakan, pemasangan geobag tersebut dilakukan di titik-titik rawan dan yang mengalami kerusakan. Menurutnya pemasangan tersebut menjadi langkah yang tepat dalam memperlambat laju abrasi.

Terutama melindungi badan jalan yang masih tersisa dan menahan gerusan gelombang laut, sehingga akses transportasi tetap dapat digunakan.

"Pemasangan geobag ini kita laksanakan selama tiga hari berturut-turut, bersinergi bersama masyarakat sekitar, kurang lebih ada sebanyak 250 unit geobag yang dipasang," ujar Samuel.

Sebelumnya, 250 Geobag tersebut diserahkan secara simbolis, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Daerah dalam penanganan bencana di wilayah setempat. Bantuan geobag tersebut disalurkan untuk tiga desa pesisir di wilayah Kecamatan Kumai diantaranya 100 unit Desa Teluk Bogam, 50 unit Desa Keraya, dan 100 unit Desa Sebuai.

"Tentunya untuk penanganan permanen masih diperlukan, hal ini mengingat kawasan pesisir Desa Keraya termasuk salah satu wilayah yang rentan terhadap abrasi, terutama saat musim angin barat daya yang mana gelombang laut sering kali meningkat," ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada warga sekitar untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi.

Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.