Pemkot Medan targetkan 1.000 penerima manfaat bantuan Tebus Ijazah - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) menargetkan 1.000 orang penerima manfaat bantuan program Tebus Ijazah dalam meringankan beban masyarakat terkendala biaya pendidikan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan kebijakan tersebut merupakan komitmen pemerintah kota setempat untuk meningkatkan pendidikan di wilayah itu.
"Program Tebus Ijazah untuk membantu peserta didik maupun alumni untuk menebus ijazah yang ditahan, karena tunggakan sekolah," ujar Rico Waas di Medan, Jumat.
Rico Waas mengatakan program yang diperuntukkan untuk siswa sekolah dasar (SD), sekolah menegah pertama )SMP) dan madrasah ibtidaiyah (MI) telah merealisasikan bantuan kepada 278 siswa.
Nantinya, kata dia, program tersebut terus digencarkan, sehingga target bantuan yang telah ditentukan dapat tercapai dan berjalan dengan optimal.
"Hingga kini, 278 siswa dari keluarga tidak mampu telah menerima bantuan untuk menyelesaikan tunggakan biaya pendidikan yang membuat ijazah mereka masih tertahan," kata dia.
Rico Waas menjelaskan bantuan bakal diberikan berdasarkan data dan bukti tunggakan yang disampaikan pihak sekolah dan dibayarkan mencakup SPP dan biaya pendidikan lainnya dengan nilai bantuan maksimal Rp2,5 juta.
"Pembayaran sesuai bukti tunggakan SPP dan biaya lainnya yang didata dari sekolah, senilai maksimal Rp2,5 juta per orang. Bantuan diberikan kepada lulusan SD, SMP, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dari keluarga tidak mampu," kata dia.
Ia menegaskan berkomitmen membantu menyelesaikan kewajiban administrasi pendidikan, sehingga siswa dapat membawa pulang ijazah yang telah diperoleh.
"Ijazah itu selanjutnya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun keperluan lain setelah menyelesaikan sekolah," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Medan targetkan 1.000 penerima manfaat bantuan Tebus Ijazah
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.