New Asia Forum bidik investasi 30 miliar dolar AS yang bakal diluncurkan di Bali - ANTARA News Bali
Jakarta (ANTARA) - Platform global baru untuk menarik investasi, menghimpun modal, dan menjalin kemitraan ekonomi yaitu New Asia Forum, rencananya akan diluncurkan pada 3-4 Desember 2026 di Pulau Bali, Indonesia.
Dalam edisi perdananya, New Asia Forum menargetkan investasi sebesar 30 miliar dolar AS untuk New Asia.
"New Asia Forum dirancang untuk mempertemukan modal global jangka panjang dengan berbagai peluang investasi yang berkembang di Indonesia dan kawasan sekitarnya," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Sebagai sovereign investor Indonesia sekaligus mitra pendiri forum tersebut, Rosan mengatakan Danantara Indonesia mengajak para mitra untuk bersama-sama membuka peluang tersebut guna menciptakan nilai jangka panjang.
"Dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto, forum ini mencerminkan keterlibatan Indonesia di dunia internasional yang dilandasi kepercayaan diri, ambisi, dan semangat kolaborasi," ujar Rosan.
Sementara itu, Pendiri dan Chairman Richard Attias & Associates, Richard Attias mengatakan selama beberapa dekade kawasan Asia telah dipandang terutama sebagai tujuan investasi modal global, namun narasi tersebut kini mulai berubah.
“New Asia tidak hanya akan menarik modal, tetapi juga semakin mampu menciptakan, mengarahkan, dan menentukan ke mana modal tersebut dapat memberikan dampak terbesar. Kita sedang memasuki salah satu siklus investasi terpenting dalam generasi kita, dan Asia berada di pusatnya," ujar Richard.
Adapun, forum tersebut akan mempertemukan modal jangka panjang, dengan berbagai peluang yang turut membentuk arah perkembangan Asia dalam satu dekade mendatang.
Didukung oleh Danantara Indonesia serta diselenggarakan oleh Richard Attias & Associates, New Asia Forum hadir bertujuan untuk memperkuat posisi Asia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi global.
Forum tersebut akan mempertemukan investor jangka panjang, pelaku usaha, dan para pemangku kebijakan untuk mendorong kemitraan strategis serta membuka peluang investasi yang konkret di Asia.
Seiring bergesernya pusat pertumbuhan ekonomi dunia ke kawasan Asia, berbagai negara di kawasan tersebut terus menunjukkan perkembangan pesat, didukung oleh kemajuan teknologi, peningkatan investasi, serta semakin kuatnya keterhubungan ekonomi.
Menurut IMF pada 2025, kawasan Asia Pasifik menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global.
Namun demikian, besarnya kontribusi tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh aliran investasi internasional jangka panjang.
New Asia Forum hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempertemukan peluang investasi di Asia dan sumber permodalan global.
Berbeda dari konferensi pada umumnya, New Asia Forum dirancang untuk mendorong terwujudnya transaksi investasi, mobilisasi modal, dan pelaksanaan proyek secara konkret.
Adapun, target investasi sebesar 30 miliar dolar AS akan didukung oleh portofolio peluang investasi yang telah dikurasi.
Para peserta, termasuk kepala negara, menteri, investor institusional jangka panjang, dan pemimpin perusahaan global akan mempercepat proses menuju komitmen investasi yang nyata, hingga menghasilkan kesepakatan investasi di delapan sektor strategis, yaitu:
- Sumber Daya Strategis dan Hilirisasi
- Energi dan Ketenagalistrikan
- Mobilitas dan Manufaktur Mutakhir
- Infrastruktur Digital dan AI
- Pangan dan Agribisnis
- Perdagangan dan Konektivitas
- Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Pendidikan dan Sumber Daya Manusia
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.