IRGC: Kapal supertanker meledak usai tabrak ranjau di Selat Hormuz
Teheran (ANTARA) - Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Sabtu (10/10) menyatakan bahwa sebuah kapal supertanker yang melanggar aturan dan berupaya keluar dari Selat Hormuz melalui rute tidak resmi mengalami ledakan dahsyat setelah menghantam ranjau laut.
Dalam pernyataan yang diterbitkan di outlet media resmi IRGC, Sepah News, AL IRGC mengatakan bahwa kapal yang mengangkut minyak mentah itu terbakar setelah ledakan terjadi, sementara sistem navigasi dan GPS-nya dalam keadaan mati.
AL IRGC mengatakan bahwa rute tersebut telah ditetapkan sebagai jalur berisiko tinggi, seraya memperingatkan bahwa nasib serupa menanti setiap kapal tanker minyak yang melanggar aturan dan berupaya "mengabaikan" aturan Iran.
AL IRGC pada Jumat (9/10) mengumumkan bahwa pasukannya telah menghantam sebuah kapal raksasa yang mengangkut gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) yang diidentifikasi sebagai NV Sunshine ketika kapal tersebut berupaya melintasi selat melalui rute ilegal di sebelah selatan jalur perairan tersebut.
"Ruang mesin dan sistem propulsi kapal tersebut terbakar," ungkap AL IRGC.
Pihak tersebut mengatakan bahwa militer Amerika Serikat bertanggung jawab atas insiden semacam itu dan meningkatnya ketegangan maritim di kawasan itu.
AL IRGC juga memperingatkan bahwa tindakan terhadap kapal-kapal yang melanggar aturan tidak akan lagi terbatas di Selat Hormuz, dan setiap kapal yang melintasi rute tidak resmi akan dihukum.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari, menutup jalur aman bagi kapal-kapal milik atau yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat menyusul serangan gabungan mereka terhadap wilayah Iran.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.