Minta Maaf, Hyrox Janji Ubah Aturan Usai Insiden Atlet Cepirit
Liputan6.com, Beijing - Penyelenggara kompetisi kebugaran global Hyrox meminta maaf dan berjanji segera mengubah aturan setelah seorang atlet Australia diperbolehkan menyelesaikan lomba dan bahkan meraih kemenangan dalam sebuah ajang di Beijing, meski buang air besar di tengah perlombaan.
Dikutip dari The Guardian, Selasa (15/9/2026), rekaman pertandingan pada Sabtu memperlihatkan pemegang rekor dunia Joanna Wietrzyk tetap melanjutkan perlombaan saat menjalani berbagai latihan berat dan menggunakan peralatan yang dipakai bersama peserta lain. Dalam rekaman tersebut, kotoran terlihat mengalir di sepanjang kakinya.
Insiden itu kemudian viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai standar kesehatan dan keselamatan Hyrox, sekaligus tanggung jawab atlet selama kompetisi.
Hyrox Akui Terjadi Kesalahan
Hyrox merupakan kompetisi kebugaran yang semakin populer dan pertama kali diluncurkan di Jerman pada 2017. Kini, ajang tersebut digelar di berbagai lokasi di seluruh dunia dan pertama kali hadir di China daratan pada akhir 2024.
Dalam setiap perlombaan, peserta bergantian berlari sejauh satu kilometer dan menjalani berbagai latihan kebugaran di sejumlah stasiun intensitas tinggi yang digunakan bersama. Latihan tersebut mencakup penggunaan mesin rowing, mendorong sled, burpee jump, lemparan medicine ball, hingga lunges sambil membawa sandbag.
Sebelum insiden akhir pekan lalu, peraturan resmi Hyrox sebenarnya telah memberikan sanksi untuk sejumlah pelanggaran ringan. Peserta, misalnya, dapat dikenai penalti karena membuang sampah di lintasan, meludah, atau membersihkan hidung di lantai.
Namun, aturan tersebut belum memiliki protokol khusus untuk menangani kotoran manusia.
Co-founder Hyrox, Moritz Fürste, kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram kepada semua pihak yang terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menurut Fürste, Hyrox melakukan kesalahan karena tidak segera mengambil tindakan ketika insiden tersebut terjadi.
“Pada akhirnya, tugas saya adalah mengantisipasi kemungkinan insiden seperti ini, dan saya tidak melakukannya,” ujar Fürste.
Ia juga mengatakan Hyrox telah langsung melakukan perubahan pada buku peraturan.
“Mulai saat ini, aturan dan prosedur baru telah diberlakukan untuk mencegah situasi seperti ini kembali terjadi.”