BNPB pantau titik api, total karhutla Kalbar tembus 48 ribu hektare

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa total luas area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 48 ribu hektare per September 2026.

"Kami sampaikan bahwa di Kalimantan Barat lahan terbakar sebesar 38.310 hektare lebih, sedangkan yang kami ukur berdasarkan realita di lapangan 10.224 hektare lebih, sehingga total terbakar sebesar 48.535,73 hektare," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa.

Berton menjelaskan angka tersebut merupakan hasil sinkronisasi data dari sistem pantauan satelit (SiPongi) per 31 Juli 2028 yang dipadukan dengan hasil pengukuran tim BNPB secara langsung di lapangan.

Sebagai upaya mitigasi, pemerintah telah mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan 14.759 personel satuan tugas (Satgas) darat.

Kekuatan tersebut juga didukung oleh pengerahan Satgas udara yang mengoperasikan lima unit helikopter patroli/teknologi modifikasi cuaca (OMC) dan sembilan helikopter pemadam (water bombing).

Baca juga: PU kerahkan peralatan penanganan karhutla ke 5 provinsi di Kalimantan

"Ada pun jumlah titik api yang ditemukan (pada 14 September 2026) sebanyak 19 titik dengan estimasi terbakar kemarin adalah 261 hektare lebih dan yang dapat dipadamkan sebesar 180 hektare lebih, dengan rincian dipadamkan oleh Satgas Darat sebesar 175 hektare lebih, dipadamkan oleh Water Bombing atau Satgas Udara adalah 5 hektare lebih. Sehingga ada sejumlah 80 hektare lebih yang belum dipadamkan hari ini, Selasa 15 September 2026," ujarnya.

Berton turut mengonfirmasi bahwa bantuan unit helikopter dari pemerintah Jepang sebenarnya telah tiba di Kalimantan Barat untuk membantu proses pemadaman.

"Namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah, dan pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," ucapnya melanjutkan.

Pekatnya kabut asap tersebut telah menyebabkan kualitas udara di berbagai wilayah seperti Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, hingga Ketapang berada pada kategori berbahaya, dengan jarak pandang anjlok hingga di bawah 1 kilometer.

"Kondisi cuaca beberapa hari ini ada beberapa terjadi hujan ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Sambas, Sintang, Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sekadau." kata Berton SP Panjaitan.

Baca juga: BKSDA dan YIARI Kalbar evakuasi 3 orangutan terdampak Karhutla

Baca juga: Kalbar perpanjang status darurat asap hingga 20 September

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.