◐

Mahavira Bidik Pasar Jepang Lewat Busana Batik Bolak-Balik di JMFW 2026

AKURAT.CO Brand fesyen pria premium Mahavira mulai membidik pasar internasional melalui Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026.

Sejak hari pertama pameran, 5 buyer asal Jepang disebut telah mengunjungi booth Mahavira untuk melihat koleksi busana pria berbahan batik dengan desain bolak-balik atau reversible.

Fashion designer sekaligus Creative Director Mahavira, Lisa Fitria mengatakan, respons buyer Jepang menjadi salah satu peluang yang ingin dikembangkan perusahaan.

Baca Juga: Studio Ikaten Olah Batik Klasik Jadi Menswear Modern, Bidik Pasar Ekspor di JMFW 2026

Menurut dia, karakter desain Mahavira dinilai sesuai dengan preferensi pasar yang menyukai potongan busana sederhana, tetapi tetap mengutamakan kualitas dan tampilan saat dikenakan.

"Sudah ada lima buyer Jepang yang hadir di sini, dari hari pertama dengan orang yang berbeda," kata Lisa saat ditemui di ajang Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Mahavira merupakan brand contemporary menswear yang menyasar kalangan profesional, seperti CEO, pengacara, dokter, hingga pejabat. Produk yang ditawarkan dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan busana formal maupun kasual tanpa mengesampingkan kenyamanan.

Salah satu pembeda produknya adalah desain reversible, yakni pakaian yang dapat dikenakan dengan dua tampilan berbeda. Konsep ini tidak hanya menawarkan variasi gaya, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Mahavira dalam mengembangkan produk fesyen yang lebih berkelanjutan.

"Reversible itu tentunya kan otomatis mendapatkan dua look, nggak harus beli dua baju," ujar Lisa.

Menurut Lisa, pendekatan tersebut berangkat dari pengalamannya selama hampir 26 tahun berkecimpung di industri fesyen. Ia melihat kebutuhan untuk menghadirkan produk yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga dapat digunakan dalam jangka panjang.

Mahavira menggabungkan konsep tersebut dengan penggunaan material katun premium dan batik yang dikembangkan bersama para perajin. Pada koleksi perdananya, brand ini bekerja sama dengan artisan dari Lasem, Pekalongan, Solo, Banyumas, dan Madura.