Mahasiswa Unimal raih dua penghargaan inovasi teknologi internasional - ANTARA News Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe, Provinsi Aceh, meraih penghargaan inovasi teknologi internasional yang digelar Kolej Vokasional Sultan Ahmad Shah, Malaysia.
Koordinator Program Studi Teknik Elektro Unimal Teuku Multazam di Banda Aceh, Minggu, mengatakan penghargaan tersebut yakni Silver Award. Penghargaan itu membuktikan mahasiswa Unimal tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat dikompetisikan di tingkat internasional.
"Kami mengapresiasi prestasi yang diraih mahasiswa. Penghargaan tersebut membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Elektro Unimal memiliki kreativitas, kemampuan teknis, dan keberanian untuk membawa hasil inovasinya ke tingkat internasional," katanya.
Ia menyebutkan prestasi internasional ditorehkan dua tim mahasiswa Penghargaan pertama diraih melalui proyek berjudul State of Charge Estimation Experiment on Machine Learning-Based Hybrid Energy Harvesting System Using ESP32.
"Proyek tersebut mengembangkan eksperimen estimasi State of Charge atau SoC berbasis machine learning pada sistem hybrid energy harvesting dengan menggunakan ESP32," kata Teuku Multazam.
Sedangkan penghargaan kedua melalui proyek Development of a Bluetooth-Based Electronic Stethoscope with a Music Feature to Support Child-Friendly Examinations.
Tim pertama terdiri atas Teuku Imam Fradhean Fred, Muhammad Fathi Annaqi Lubis, Azzuhra Nayla Evana Saragih, dan Riki Azril. Dan tim kedua terdiri atas Novra, Gianina Inaya, Nyak Qurratu Aini, dan Rafli Hamdan Farabi. Kedua tim dibimbing Prof Arnawan Hasibuan.
Teuku Multazam mengharapkan prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk lebih aktif mengikuti kegiatan penelitian, inovasi, dan kompetisi.
"Kami terus mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada pembelajaran di kelas. Mereka harus mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh menjadi karya dan inovasi yang memiliki nilai tambah serta manfaat," katanya.
Teuku Multazam menyebutkan keberhasilan dua tim tersebut dapat mendorong munculnya lebih banyak inovasi mahasiswa di bidang energi, elektronika, sistem kendali, IoT, kecerdasan buatan, maupun bidang keteknikan lainnya.
"Kami ingin budaya inovasi dan kompetisi terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi," kata Teuku Multazam.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Unimal Prof Arnawan Hasibuan mengapresiasi tim mahasiswa tersebut atas capaian meraih penghargaan internasional. Penghargaan tersebut menjadi indikator positif bagi pengembangan kegiatan akademik dan inovasi di Jurusan Teknik Elektro Unimal.
"Kami mengapresiasi tim mahasiswa yang telah mengharumkan nama Universitas Malikussaleh, khususnya Jurusan dan Program Studi Teknik Elektro. Prestasi ini merupakan hasil dari semangat mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya inovatif," katanya.
Prof Arnawan Hasibuan mengatakan perkembangan teknologi semakin pesat menuntut mahasiswa teknik elektro memiliki kemampuan multidisiplin. Penguasaan teknologi menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan industri dan masyarakat.
Ia menambahkan keterlibatan dalam kompetisi internasional memberikan pengalaman berharga kepada mahasiswa, terutama dalam mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan teknis, serta mempresentasikan inovasi di hadapan peserta dan penilai dari berbagai latar belakang.
"Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Jurusan Teknik Elektro Unimal. Yang paling penting bukan hanya penghargaan yang diperoleh, tetapi proses mahasiswa dalam menghasilkan dan mengembangkan inovasi tersebut," kata Prof Arnawan Hasibuan.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.