Pemkab Bangka Barat bantu warga lestarikan Sedekah Kapuong - ANTARA News Bangka Belitung
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu warga Desa Simpangtiga melestarikan tradisi Sedekah Kapuong agar kekayaan budaya lokal tersebut bisa diwariskan ke generasi berikutnya.
"Sedekah Kapuong Desa Simpangtiga ini rutin digelar setiap tahun sejak sekitar 1976, sebagai bentuk syukur warga setelah panen," kata Bupati Bangka Barat Markus di Simpangtiga, Minggu.
Pemerintah daerah, katanya, memandang perlu ikut mendukung upaya masyarakat setempat menjaga kelestarian tradisi tersebut agar bisa dikembangkan dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Untuk itu, selain telah memasukkan tradisi tersebut sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan daerah, juga membantu penyediaan dana bantuan kegiatan melalui anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat.
"Selain kita melakukan perlindungan dengan memasukkan tradisi itu dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, kita juga membantu Rp20 juta, dengan harapan agar tradisi ini dapat dipertahankan dan dikembangkan sebagai bentuk keragaman budaya Bangka Barat," katanya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan mengatakan Sedekah Kapuong (pengucapan warga lokal menyebut kampung) di Desa Simpangtiga ini merupakan tradisi turun-temurun sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan panen yang sudah diberikan dalam setahun terakhir.
Rangkaian tradisi Sedekah Kapuong Desa Simpangtiga yang rutin digelar setiap tahun diawali dengan kegiatan keagamaan Khataman Al Quran dan dilanjutkan dengan ritual adat yang dipimpin tetua adat setempat.
"Selain menggelar berbagai kegiatan, acara ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk mengeratkan kebersamaan dan kerukunan, seperti layaknya Lebaran rumah-rumah warga menerima dan menyediakan berbagai jamuan kepada para tamu, kerabat, keluarga, atau teman yang datang ke kampung itu," katanya.
Tradisi Sedekah Kapuong merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan dari Kecamatan Simpangteritip dan sudah dimasukkan dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025-2029.
"Ini merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam upaya perlindungan, agar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
Tradisi sedekah kampung bisa ditemukan di sejumlah desa di Kabupaten Bangka Barat karena secara budaya warga di daerah itu bekerja sebagai petani dan pekebun, antara lain di Desa Airlimau, Kundi, Bukitterak, Aimenduyung, Pelangas, Rajek, Berang, dan Ibul.
Tradisi sedekah kampung bukan hanya milik Melayu Jerieng Bangka, namun juga tumbuh di sebagian besar masyarakat agraris pulau lain, seperti Jawa dan Kalimantan. Mereka percaya keberhasilan panen bukan hanya hasil kerja manusia, tetapi ada campur tangan Tuhan, juga izin dari roh leluhur dan penjaga alam.
Sedekah kampung bukan sekadar suatu perayaan, namun salah satu cara warga merawat tradisi bahwa hidup sudah seharusnya berbagi dan berjalan selaras dengan alam.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.