Lamsel kembangkan Desa HELAU padukan lingkungan dan pemberdayaan
Lamsel kembangkan Desa HELAU padukan lingkungan dan pemberdayaan
Kamis, 24 September 2026 13:27 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto menerima audiensi dari Paluma Nusantara bersama ASB South and South-East Asia dalam koordinasi Program Green Pro 2025-2028 di Kalianda. (ANTARA/HO/Kominfo Lampung Selatan)
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mengembangkan Desa HELAU sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat yang memadukan pengelolaan lingkungan dengan ketahanan pangan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, kebencanaan hingga pengembangan potensi desa.
Stakeholder and Government Engagement Manager ASB South and South-East Asia Rofiqul Hidayat menilai konsep tersebut berpotensi menjadi praktik baik (best practice) pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.
“Kalau pemerintah daerah membuat ide kan banyak, tapi responsif dari desa itu bagaimana. Itu yang menjadi uniknya. Menjadi sebuah gerakan akhirnya, pemberdayaan semuanya,” kata Rofiqul Hidayat sebagaimana dikonfirmasi di Kalianda, Lampung Selatan, Kamis.
Menurut dia, Desa HELAU memiliki sejumlah indikator yang relevan dengan agenda pembangunan, termasuk ketahanan masyarakat, lingkungan, kebencanaan dan pemberdayaan.
“Kami melihat ada best practice di Lampung Selatan yang punya indikator, nilai ketahanan dan sebagainya. Ini menarik,” ujarnya.
Ia mengatakan pengalaman pelaksanaan Desa HELAU juga dapat menjadi bahan pembelajaran yang disampaikan dalam forum bersama pemerintah pusat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengatakan Desa HELAU dirancang sebagai gerakan bersama yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan dan keindahan lingkungan.
HELAU merupakan akronim dari hijau, elok, lestari, aman dan berdaya yang implementasinya diarahkan untuk menghubungkan berbagai program pembangunan di tingkat desa.
“HELAU itu sesungguhnya sebuah gerakan bersama. Ketika desa, dusun, RT, sampai rumah masyarakat sudah HELAU, dari aspek kesehatan kita dapat, dari pengentasan kemiskinan juga dapat, termasuk penanganan rumah kumuh,” katanya.
Menurutnya, konsep tersebut diperkuat melalui program Teras HELAU yang menyasar rumah penerima program bedah rumah. Melalui program itu, perbaikan rumah diikuti dengan penguatan keberdayaan keluarga melalui penyediaan sumber pangan dan aktivitas produktif, seperti kebun, kolam dan kandang ternak.
“Jadi rumah itu nanti selain indah, juga ada aspek keberdayaannya setelahnya. Mereka dibuatkan kandang, diberikan ayamnya, dibuatkan kolam dan diberikan isinya. Kemudian dibina oleh perangkat daerah,” ujar dia.
Dia menjelaskan pelaksanaan Desa HELAU melibatkan berbagai perangkat daerah sehingga program pembangunan tidak berjalan secara sektoral.
Aspek lingkungan, infrastruktur, kesehatan, ketahanan pangan, keamanan, sosial dan pariwisata diarahkan untuk saling terhubung dalam satu gerakan pembangunan desa.
Pertemuan dengan Paluma Nusantara dan ASB South and South-East Asia tersebut sekaligus menjadi bagian dari koordinasi pelaksanaan Program Green Pro 2025-2028.
Pemkab Lampung Selatan berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat keberlanjutan pemberdayaan masyarakat sekaligus pengembangan Desa HELAU agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.