◐

Membidik ceruk semikonduktor Indonesia di ASEAN

Ke depan, kehadiran Indonesia dalam industri semikonduktor tidak harus ditandai oleh kemampuan memproduksi semua jenis cip

Jakarta (ANTARA) - ASEAN sedang menyusun peta jalan ekosistem semikonduktor ketika investasi industri teknologi tinggi itu semakin diperebutkan.

Momentum integrasi ini memberi Indonesia ruang untuk menentukan posisi dalam rantai industri semikonduktor dengan menjadikan investasi sebagai sarana membangun kemampuan industri, bukan tujuan akhir.

Indonesia perlu memilih ceruk yang dapat diperkuat hingga memberi kemampuan industri yang semakin bernilai dalam ekosistem semikonduktor ASEAN. Tidak seluruh tahap produksi harus dikejar, melainkan bidang yang dekat dengan kapasitas yang sudah tersedia dan memiliki ruang untuk berkembang.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan Indonesia mendorong Peta Jalan Semikonduktor ASEAN melalui penguatan riset akademik, rantai pasok, infrastruktur mineral kritis, komplementaritas investasi, dan harmonisasi insentif.

Pendekatan tersebut diperlukan agar negara-negara ASEAN dapat saling melengkapi, alih-alih berebut investasi yang sama.

Tekanan persaingan itu sudah terlihat. Thailand mengajukan investasi lebih dari 26,8 miliar dolar AS untuk proyek semikonduktor dan elektronik canggih sepanjang 2023 hingga pertengahan 2026. Dari 880 proyek yang diajukan, investasi papan sirkuit tercetak mencapai 9,85 miliar dolar AS.

Angka tersebut penting bukan karena Indonesia harus mengejar nilai yang sama, melainkan karena menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sejumlah pilihan lokasi untuk menempatkan bagian dari rantai produksinya di ASEAN. Biaya, insentif, infrastruktur, tenaga kerja, pemasok, dan kedekatan dengan industri pengguna ikut menentukan pilihan tersebut.

Memilih ceruk

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.