Ketua DPD prihatin jurnalis hilang di Krakatau sebab berperan krusial

Ketua DPD prihatin jurnalis hilang di Krakatau sebab berperan krusial

Jumat, 11 September 2026 08:43 WIB

Image Print

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. (ANTARA/HO-DPD)

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyampaikan keprihatinannya atas hilangnya lima jurnalis beserta awak kapal dalam peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, sebab dia menilai profesi jurnalis punya peran krusial dalam kebutuhan informasi.

Menurut dia, hilangnya kelima jurnalis tersebut merupakan peristiwa yang sangat memilukan dunia pers di tanah air. Dia pun mendorong tim SAR terus melakukan pencarian terhadap kelima jurnalis yang hilang tersebut.

"Profesi jurnalis memiliki peran yang sangat krusial bagi kebutuhan informasi yang aktual dan akurat bagi masyarakat," kata Sultan dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Setiap perusahaan pers dan jurnalis, menurut dia, harus memahami bahwa keselamatan jiwa wartawan adalah hukum tertinggi yang harus diprioritaskan melebihi ambisi mendapatkan berita.

Untuk itu, dia mengatakan kegiatan peliputan dan menyebarluaskan setiap peristiwa harus memperhatikan aspek keamanan.

"Bahaya di area bencana alam seperti erupsi Anak Krakatau adalah situasi yang tidak bisa ditantang," kata Najamudin.

Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dioptimalkan selama tujuh hari.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Pandeglang, Kamis (10/9), menyatakan hal tersebut sesuai dengan standar pedoman International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).

Dia menambahkan bahwa hingga hari ketiga operasi pencarian pengerahan kekuatan gabungan terus digencarkan secara masif dan terkoordinasi dengan melibatkan unsur lintas instansi.

"Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya," kata Syafii.

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026