Pemprov Kaltim dan BI kolaborasi terapkan digital farming" di Kukar - ANTARA News Kalimantan Timur
Kutai Kartanegara (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim menggelar panen pada demonstration plot (demplot) padi "LEISA" (Low External Input and Sustainable Agriculture) dan aplikasi digital farming berbasis drone sprayer agriculture di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan dipusatkan di Klaster Gapoktan Mandiri, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, pada Kamis itu untuk mendukung ketahanan pangan, mendongkrak produktivitas pertanian, serta menjaga stabilitas harga pangan di Kaltim.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Kutai Kartanegara, Kamis, mengatakan bahwa Kaltim perlu memacu produksi beras lokal secara mandiri meski secara nasional Indonesia telah mencapai swasembada beras.
Ia menjelaskan, saat ini Kaltim memiliki sekitar 28.000 hektare sawah aktif dengan tren produksi lokal yang terus meningkat. Kebutuhan beras Kaltim yang dipenuhi dari produksi lokal melonjak signifikan dari sebelumnya 30 persen menjadi 58 persen.
"Artinya, kita sudah melakukan perbaikan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Kita lakukan cetak sawah dan optimalisasi lahan secara bersama-sama oleh TNI, Polri, serta seluruh masyarakat," ujar Seno Aji saat membuka kegiatan tersebut.
Seno menargetkan Kaltim mampu meraih swasembada beras pada akhir 2026 melalui optimalisasi lahan dan penerapan teknologi pertanian modern secara masif.
Salah satu bukti keberhasilan teknologi ini terlihat pada demplot sebelumnya di Bukit Biru, di mana produktivitas padi melonjak dari tiga ton menjadi hampir tujuh ton per hektare.
Keberhasilan tersebut didukung oleh bantuan sarana dari Bank Indonesia, serta aplikasi teknologi bioinvigorasi dan penggunaan benih unggul varietas Inpari dari Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani).
"Evaluasi menunjukkan ada penurunan biaya pupuk kimia karena beralih ke organik, serta berkurangnya serangan hama. Saya minta hasil demplot ini tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi direplikasi massal di berbagai wilayah Kaltim dengan target minimal tujuh ton per hektare," tegasnya.
Selain efisiensi biaya, Pemprov Kaltim terus mendorong modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) seperti rice milling unit, drone, traktor, hingga combine harvester.
Langkah ini diharapkan dapat mempermudah kerja petani sekaligus menarik minat generasi muda ke sektor agrobisnis.
Seno menambahkan, perluasan produksi pangan juga menyasar wilayah dengan keterbatasan pertanian seperti Kabupaten Mahakam Ulu melalui program cetak sawah baru.
"Kita pastikan 10 kabupaten/kota di Kaltim bisa swasembada beras. Ini cita-cita kita bersama," katanya.
Agenda panen padi berbasis bioinvigorasi benih terintegrasi sistem LEISAini turut dihadiri Kepala KPw BI Kaltim Jajang Hermawan, jajaran kepala dinas terkait tingkat provinsi dan kabupaten, Direktur Politani Samarinda Hamka, unsur Forkopimda, serta ratusan penyuluh dan kelompok tani setempat.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.