Jurgen Klopp Resmi Tangani Timnas Jerman, Dibebani Target Tinggi
Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi menunjuk Jurgen Klopp sebagai pelatih kepala Timnas Jerman dengan kontrak empat tahun, Jumat (24/7/2026).
Penunjukan ini menandai awal era baru bagi Die Mannschaft setelah tim kembali gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut juga mengakhiri spekulasi masa depan Klopp, yang berusia 59 tahun. Dalam pernyataan resminya, Klopp menyampaikan kebanggaannya dipercaya menangani tim nasional negaranya.
"Tim nasional mampu menyatukan rakyat Jerman seperti hampir tidak ada hal lain. Itulah yang membuat tugas ini begitu istimewa bagi saya," ujar Klopp.
Pernyataan Klopp dan Arah Kerja Sama Timnas Jerman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306734/original/082824500_1784892641-000_C3332HP.jpg)
Perbesar
Ia turut berterima kasih kepada Red Bull atas dukungan yang memungkinkan kesepakatan dengan federasi tercapai.
"Saya bersyukur atas semua pengalaman dan pelajaran yang saya dapat selama satu setengah tahun terakhir di Red Bull, serta keterbukaan mereka yang memungkinkan kesepakatan ini terjadi," kata Klopp.
Selama periode tersebut, ia menjabat sebagai Global Head of Soccer di perusahaan tersebut. Sebelum itu, Klopp dikenal sebagai mantan manajer Liverpool dan Borussia Dortmund. Ia meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/2024.
Pergantian dari Nagelsmann dan Susunan Staf Baru
Klopp menggantikan Julian Nagelsmann yang mengundurkan diri setelah Jerman tersingkir melalui adu penalti dari Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Hasil itu memperpanjang tren buruk Jerman di Piala Dunia, setelah gagal lolos dari fase grup pada edisi 2018 dan 2022.
Untuk tugas barunya, Klopp akan didampingi Peter Krawietz dan Pep Lijnders sebagai asisten pelatih. Mantan bek Timnas Jerman Sven Bender juga bergabung dalam tim kepelatihan.
Klopp menegaskan fokus utamanya adalah membangun tim yang solid, penuh semangat, dan kembali mendapatkan kepercayaan publik. "Kini saya menantikan tugas istimewa ini di sepak bola Jerman. Kami akan menjalaninya bersama dengan kerendahan hati dan kesabaran, membangun tim yang berjuang satu sama lain, menikmati sepak bola, dan menjadi tim yang bisa didukung masyarakat kami dengan penuh keyakinan," ujarnya.
Ia diharapkan mampu mengembalikan Jerman menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia menjelang Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Sambut 3 Klub Luar Negeri, Panpel Piala Presiden Elite 2026 Apresiasi Dukungan Imigrasi Indonesia