Jateng jadi tujuan investasi proyek "mini refinery" dari Dubai

Mereka, investor Dubai.tertarik investasi 'mini refinery' di wilayah Jepara

Semarang (ANTARA) - Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) tertarik untuk kembali melakukan investasi di Provinsi Jawa Tengah, kali ini pengembangan "mini refinery" untuk mengolah minyak di wilayah Kabupaten Jepara dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun.

"Mereka (investor Dubai) tertarik investasi mini refinery di wilayah Jepara," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam pernyataan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu.

Ketertarikan tersebut muncul setelah adanya pertemuan Gubenur Jateng dengan calon investor dari Dubai, di sela kegiatan di Jakarta.

Menurut dia, investasi tersebut akan direalisasikan akhir 2026 setelah dilakukan penandatanganan kerja sama.

Dari paparan calon investor tersebut, ia menjelaskan "mini refinery" yang nanti dibangun dapat melakukan pengolahan minyak mentah.

Ia berharap realisasi investasi tersebut dapat terwujud sehingga dapat memperkuat pemenuhan energi di wilayah Jateng.

Baca juga: Jateng raih penghargaan Anugerah Layanan Investasi 2026

Baca juga: CJIBF 2026 hasilkan rencana investasi Rp19,6 triliun

Uni Emirat Arab tercatat sebagai salah satu negara asal investor di Jateng, dan dalam kurun waktu lima tahun terakhir nilai investasi dari investor asal UEA di Jateng mencapai Rp13 triliun.

"Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang," katanya.

Perwakilan investor asal Dubai Talal Ourfali mengatakan rencana investasi tersebut dilakukan setelah melihat potensi Indonesia, khususnya Jateng yang cukup bagus, fermasuk potensi pengembangan "mini refinery" untuk pengolahan minyak mentah.

Di Indonesia, diakuinya masih kurang "mini refinery", padahal potensimya bagus sehingga pihaknya akan membangun "mini refinery" dengan kapasitas mulai 10 ribu barel per hari, dengan targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari.

Untuk lokasinya, kata dia, di Kabupaten Jepara, dan segera dimulai sebelum akhir tahun dengan nilai investasi sekitar 200 juta dolar AS atau Rp5 triliun.

Selain bertemu investor asal Dubai, Gubernur Ahmad Luthfi juga bertemu dengan Konsul Kehormatan RI di Gdańsk, Polandia, Mirosław Wawrowski.

Pertemuan tersebut membahas penguatan diplomasi budaya dan pariwisata antara Jateng Indonesia dengan Polandia.

Salah satu poin pembahasan adalah rencana pengembangan "Little Indonesia" di Dolina Charlotty.

Saat ini di tempat itu sudah dibangun kompleks budaya Bali, sehingga selanjutnya akan dibangun kompleks budaya Jawa.

Baca juga: Pemprov Kaltim gandeng perusahaan di Jateng olah sarang burung walet

Baca juga: Kementerian Investasi sebut Jateng jadi primadona investasi

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.