Forum etika AI UNESCO dibuka di Riyadh, serukan tata kelola praktis

Riyadh (ANTARA) - Forum Global ke-4 tentang etika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dibuka di Riyadh pada Selasa (15/9).

Dalam forum tersebut, para delegasi membahas upaya menyelaraskan pengembangan AI dengan ketentuan terkait keselamatan dan tanggung jawab.

Diselenggarakan bersama oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dan Arab Saudi, forum yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (17/9) ini mempertemukan para pejabat pemerintah, perwakilan perusahaan teknologi, serta pakar dan peneliti.

"AI berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara upaya tata kelola berjuang untuk mengimbanginya," ujar Asa Regner, wakil direktur jenderal UNESCO, dalam pembukaan forum tersebut.

Abdullah bin Sharaf Alghamdi, presiden Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Arab Saudi, mengatakan dalam acara pembukaan tersebut bahwa negara-negara sebaiknya menerapkan tata kelola AI yang berlandaskan pada prinsip-prinsip bersama, sembari menyelaraskan kebijakan dengan prioritas nasional dan konteks budaya masing-masing.

Regner menekankan perlunya kerja sama global yang lebih kuat dan partisipasi yang adil dalam tata kelola AI, seraya menambahkan bahwa forum tersebut akan mengkaji cara mengubah prinsip-prinsip etika AI menjadi implementasi praktis.

"Kita perlu bekerja sama, mewujudkan prinsip-prinsip bersama dalam tindakan, serta menjadikan tata kelola AI inklusif, akuntabel, dan berorientasi pada manusia," ujarnya.

Sejak didirikan pada 2022, forum ini telah mempertemukan para pemangku kepentingan global dari berbagai pemerintahan, akademisi, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk mendorong dialog dan kerja sama terkait tata kelola AI yang etis.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.