◐

Jateng buka peringatan Hari Santri lewat "ngaji bandongan"

Jateng buka peringatan Hari Santri lewat "ngaji bandongan"

Selasa, 20 Oktober 2026 01:42 WIB

Image Print

Puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akademisi, aktivis organisasi masyarakat mengikuti kegiatan Ngaji Bandongan, Kitab Adabul 'Alim wal Muta'alim, di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (19/10/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), akademisi, dan aktivis organisasi masyarakat mengikuti kegiatan Ngaji Bandongan, Kitab Adabul 'Alim wal Muta'alim, untuk mengawali peringatan Hari Santri 2026.

Pengkajian kitab karya ulama KH Muhammad Hasyim Asy'ari berlangsung di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin, dibimbing oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Itqon, Kota Semarang, KH Ubaidullah Shodaqoh.

Bandongan adalah sistem pengajian yang berpusat pada seorang guru, yaitu guru membacakan sebuah kitab, mengartikan atau menerjemahkannya, lalu menjelaskan kandungan isi kitabnya kepada santri

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan Ngaji Bandongan merupakan tradisi pesantren yang tidak hanya diikuti para santri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.

Melalui tradisi tersebut, lanjutnya, masyarakat dapat belajar langsung dari ulama, sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan dan akhlak.

Menurut dia, Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim relevan untuk dipelajari di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.

Ia menilai pembelajaran mengenai adab dan akhlak perlu mendapat perhatian bersama, baik dalam hubungan antara murid dan guru maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dia mengatakan penguatan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda.

Selain itu ditekankan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan, sebab kegiatan mengaji tidak seharusnya berhenti pada satu pertemuan, tetapi perlu dilanjutkan agar materi yang dipelajari dapat dipahami secara mendalam.

Pihaknya kajian kitab tersebut dapat berlanjut di masjid milik Pemprov Jateng dengan melibatkan takmir masjid serta pihak terkait.

"Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim yang berjumlah 110 halaman tidak mungkin diselesaikan pada hari ini saja. Maka memang ilmu itu harus berkesinambungan," katanya.

Pemprov Jateng berencana menggelar rangkaian kegiatan selama sepekan, mulai 15 hingga 22 Oktober 2026, dengan sejumlah kegiatan direncanakan diadakan di Kabupaten Tegal dan Pemalang.

Diawali dengan Ngaji Bandongan, sejumlah kegiatan diadakan dengan melibatkan pondok pesantren, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Kegiatan di Pemalang, meliputi resik-resik pondok pesantren melalui tradisi ro’an atau kerja bakti, serta Program Santri dan Pesantren Sehat berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), dan edukasi pola hidup bersih dan sehat.

Selain itu diselenggarakan juga gerakan literasi dan budaya membaca Al Quran di satuan pendidikan formal selama sepekan yang melibatkan siswa SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA di Jateng.

Puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Jateng dijadwalkan berlangsung di Kota Tegal dengan rangkaian kegiatan berupa sarasehan santri, Jateng Bersholawat, dan upacara peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2026.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.