Jateng salurkan 424 beasiswa mahasantri
Jateng salurkan 424 beasiswa mahasantri
Selasa, 20 Oktober 2026 01:42 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat penyerahan beasiswa mahasantri dan santri penggerak, di Semarang, Senin (19/10/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sebanyak 424 beasiswa mahasantri dan 58 santri penggerak menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sebagai bagian dari program Pesantren Obah.
"Hari ini kita serahkan beasiswa program Pesantren Obah. Di antaranya beasiswa Ma'had Aly untuk santri yang kuliah di pesantren, serta beasiswa santri penggerak yang aktif dan tinggal di pesantren," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikannya usai acara Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Ma'had Aly dan Santri Penggerak 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Ia menjelaskan para santri tersebut sangat memahami seluk-beluk pesantren, mulai dari kearifan lokalnya, metedologi pengajarannya, dan sebagainya.
Menurut dia, para santri yang kuliah tidak hanya memahami tradisi keilmuan pesantren, tapi juga memahami tradisi keilmuan di perguruan tinggi.
"Santri adalah garda terdepan, tidak hanya ilmu dunia dan akhirat tetapi juga menjaga NKRI dari degradasi moral generasi muda," katanya.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menambahkan program beasiswa tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk membantu biaya pendidikan.
Pemprov Jateng juga ingin mempertemukan mahasiswa perguruan tinggi umum dengan mahasantri yang menempuh pendidikan tinggi berbasis pesantren.
Ke depan, ia membuka peluang untuk menggabungkan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa perguruan tinggi umum dengan mahasantri Ma’had Aly.
Mereka diharapkan dapat bertemu di daerah pengabdian, bertukar pandangan, dan bersama-sama melihat kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin memadukan, ingin mengajak kolaborasi. Nanti KKN dari kampus umum dan KKN dari Ma’had Aly bisa kita gabungkan. Mungkin nanti satu bertemu di daerah yang dibutuhkan, mereka bisa berdiskusi di sana," katanya.
Ia menambahkan penentuan penerima beasiswa juga mempertimbangkan kondisi ekonomi dan capaian akademik sehingga bantuan pendidikan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan sekaligus mendukung keberlanjutan studi.
Manfaat beasiswa tersebut dirasakan langsung, salah satunya oleh Alaika Hilma, mahasantri semester enam Ma’had Aly Yanbu’ul Quran (MAYQ) Kudus, jurusan Ulumul Quran Fakultas Ushuluddin.
Sebelum menerima bantuan, ia harus menjalani "freelance" atau pekerjaan lepas untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya kuliahnya.
Baginya, beasiswa dari Pemprov Jateng bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga mengurangi beban yang selama ini harus dipikirkan di tengah kewajiban menyelesaikan pendidikan.
"Dengan adanya program ini saya sangat-sangat terbantu dari permasalahan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Belajar juga makin fokus dan perkuliahan lebih maksimal lagi," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.