Jangan Sembarangan Videokan Kecepatan Mobil
Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:00 WIB
London, VIVA – Mengabadikan kemampuan mobil saat dipacu kencang mungkin terlihat menarik untuk dibagikan ke media sosial. Namun, rekaman tersebut justru bisa menjadi masalah serius apabila menunjukkan aksi berkendara yang melanggar aturan dan membahayakan pengguna jalan lain.
Baca Juga
Kasus di Inggris menjadi contoh bagaimana video yang dibuat sendiri dapat berubah menjadi bukti dalam proses hukum. Seorang pesepak bola semi-profesional, Connor Charlton, dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti melakukan berbagai aksi berkendara berbahaya menggunakan BMW X3 M.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, 13 Agustus 2026, pria berusia 32 tahun itu diketahui merekam dirinya mengendarai BMW X3 M dengan kecepatan mencapai 191 mph atau sekitar 307 km/jam di jalan umum. Bukan hanya satu kali, rekaman lain juga memperlihatkan mobil tersebut dipacu dengan kecepatan tiga digit sambil berpindah jalur di antara kendaraan lain.
Baca Juga
Dalam salah satu video, BMW X3 M disebut mampu mencapai 157 mph atau sekitar 253 km/jam setelah melaju dari lampu lalu lintas. Ada pula rekaman yang memperlihatkan SUV performa tersebut melakukan aksi drifting di sebuah bundaran dengan orang lain yang merekam dari dalam kendaraan.
Situasi bahkan sempat menjadi berbahaya ketika Charlton keluar dari suatu jalan dan melintas di depan sebuah van berwarna putih. Manuver tersebut nyaris menyebabkan kecelakaan karena jarak dengan kendaraan lain sangat dekat.
Baca Juga
Menariknya, penyelidikan polisi awalnya tidak berfokus pada rekaman kecepatan tersebut. Kasus mulai terbuka setelah BMW yang dikendarainya terlibat kecelakaan pada September 2023. Polisi kemudian menyita kendaraan dan memeriksa perangkat elektronik miliknya.
Dari pemeriksaan tersebut, penyidik menemukan berbagai informasi yang berkaitan dengan pola berkendaranya. Data dari mobil menunjukkan BMW tersebut pernah melaju lebih dari 107 mph atau sekitar 172 km/jam sebanyak delapan kali dalam kurun waktu satu tahun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penyidik juga menemukan catatan di ponselnya yang berisi versi palsu mengenai kecelakaan. Charlton disebut mencoba menyalahkan pengemudi lain yang diklaim meninggalkan lokasi kejadian.
Pada akhirnya, Charlton mengakui 10 pelanggaran berkendara berbahaya dan empat tuduhan terkait upaya menghambat proses hukum. Pengadilan Leeds Crown Court menjatuhkan hukuman penjara empat tahun serta larangan mengemudi selama empat tahun tujuh bulan.
Halaman Selanjutnya
Kasus ini menunjukkan bahwa video dari mobil bukan sekadar konten ketika di dalamnya terdapat informasi mengenai pelanggaran. Selain rekaman kamera, kendaraan modern juga menyimpan berbagai data elektronik yang dapat membantu menggambarkan bagaimana mobil digunakan sebelum maupun sesudah sebuah kejadian.