Investasi Semester I 2026 Didominasi Industri Logam, Tambang, dan Telekomunikasi - Industri Katadata.co.id
Industri logam dasar masih menjadi sektor paling diminati investor pada semester I 2026. Nilai investasi yang masuk ke subsektor ini mencapai Rp 150,4 triliun atau berkontribusi 14,9% terhadap total realisasi investasi nasional sebesar Rp 1.010,6 triliun sepanjang Januari–Juni 2026.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan, dominasi investasi di industri logam dasar mencerminkan masih kuatnya arus modal ke sektor hilirisasi mineral, terutama komoditas seperti nikel, bauksit, tembaga, hingga besi baja.
Di posisi kedua terdapat subsektor jasa lainnya dengan nilai investasi Rp 114 triliun atau menyumbang 11,3% dari total realisasi investasi nasional. Selanjutnya, sektor pertambangan berada di urutan ketiga dengan investasi Rp 105 triliun atau setara 10,4%.
Sementara itu, subsektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar keempat dengan nilai Rp 102,7 triliun atau sekitar 10,2% dari total investasi Semester I 2026.
Posisi kelima ditempati sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran yang membukukan investasi Rp85,8 triliun atau berkontribusi 8,5%.
Realisasi Investasi hingga Semester I 2026 Capai 49,5% dari Target
Secara keseluruhan, realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau sekitar 49,5% dari target investasi tahun ini sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Nilai itu tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.448.862 orang.
Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi Rp 502,9 triliun atau 49,8% dari total investasi, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 507,6 triliun atau 50,2%.
Apabila dirinci berdasarkan asal investasi, subsektor industri logam dasar menjadi tujuan utama PMDN dengan nilai Rp74,5 triliun. Sementara untuk PMA, investasi terbesar justru mengalir ke subsektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi yang mencapai Rp135 triliun atau sekitar 26,6% dari total investasi asing pada Semester I 2026.