Fisip Unpatti terapkan kurikulum OBE teliti isu strategis Maluku untuk solusi pembangunan daerah - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti) menerapkan kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan penelitian mahasiswa terkait isu strategis di Maluku guna menghasilkan luaran akademik untuk rekomendasi bagi penyelesaian persoalan pembangunan daerah.

Dekan FISIP Unpatti Wahab Tuanaya di Ambon, Senin, mengatakan penerapan kurikulum OBE agar proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menghasilkan karya ilmiah dan rekomendasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pemerintah.

"Berbagai kegiatan akademik, mulai dari diskusi publik, festival film pendek hingga diseminasi hasil penelitian merupakan implementasi langsung dari proses pembelajaran di program studi. Kami terus memberikan apresiasi terhadap berbagai terobosan yang dilakukan dosen dan mahasiswa," katanya.

Ia menjelaskan diseminasi hasil penelitian mahasiswa menjadi bagian dari implementasi kurikulum OBE yang menekankan capaian pembelajaran berbasis kompetensi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berkolaborasi dengan Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, serta praktisi media untuk mengkaji berbagai isu aktual di Maluku.

Beberapa tema penelitian yang dipresentasikan meliputi pembentukan opini publik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, strategi komunikasi Polda Maluku dalam mengelola opini publik, serta strategi komunikasi Pemerintah Kota Ambon dalam penanganan krisis sampah.

Menurut Wahab, penelitian mengenai pembentukan opini publik terhadap PSN Blok Masela menjadi salah satu kajian penting karena proyek tersebut masih memunculkan beragam persepsi di masyarakat.

"Pemerintah telah memberikan berbagai penjelasan mengenai proyek tersebut, namun masih terdapat perbedaan pandangan di masyarakat yang turut dipengaruhi oleh arus informasi di media. Karena itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi berbasis akademik agar terbangun kesamaan pemahaman antara pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

Ia menilai hasil penelitian mahasiswa dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan strategi komunikasi publik sehingga berbagai kebijakan pembangunan lebih mudah dipahami masyarakat serta mampu meminimalkan disinformasi dan kesalahpahaman.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unpatti Said Lestaluhu mengatakan implementasi kurikulum OBE mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami mengapresiasi mahasiswa yang telah menunjukkan kemampuan berkolaborasi dengan disiplin ilmu lain untuk menelaah berbagai fenomena yang dihadapi masyarakat maupun pemerintah. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan formulasi solusi terhadap berbagai persoalan yang ditemukan," katanya.

Ia menjelaskan konsep OBE sejalan dengan Taksonomi Bloom yang menekankan penguasaan kompetensi secara bertahap, mulai dari mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, hingga menciptakan inovasi.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi pembelajar, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian yang dapat menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan maupun penyusunan strategi komunikasi publik di Maluku.

Selain itu, hasil penelitian mahasiswa diharapkan dapat menjadi referensi bagi media massa dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis kajian ilmiah terhadap berbagai isu strategis di daerah.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.