Polisi: Kebakaran hutan Imogiri hanguskan delapan hektare lahan dipadamkan manual
Polisi: Kebakaran hutan Imogiri hanguskan delapan hektare lahan dipadamkan manual
Senin, 27 Juli 2026 19:31 WIB
Petugas bersama warga berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan perbukitan Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (26/7/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Bantul
Yogyakarta (ANTARA) - Polres Bantul menyampaikan kebakaran hutan yang terjadi di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Minggu (26/7) malam, menghanguskan sekitar delapan hektare lahan yang berada di Kalurahan Selopamioro dan Wukirsari, berhasil dipadamkan secara manual.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, di Bantul, Senin, mengatakan kebakaran terjadi di dua lokasi dengan waktu yang hampir bersamaan, yakni di kawasan perbukitan Dusun Putat, Kalurahan Selopamioro, dan kawasan perbukitan Kalurahan Wukirsari.
"Kebakaran di Selopamioro, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare di tanah Sultan Ground (SG)," katanya.
Menurut Rita, di Selopamioro api muncul dari beberapa titik, yakni di sebelah barat akses masuk Dusun Bango serta dua titik lainnya di wilayah Dusun Putat.
Seluruh titik kebakaran, dia melanjutkan, berada di kawasan perbukitan yang jauh dari permukiman warga.
"Para saksi melihat kepulan asap disertai kobaran api dari jarak sekitar satu kilometer, kemudian segera memberitahukan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada Damkar Sektor Imogiri serta Damkar Sektor Pundong untuk dilakukan pemadaman," ujarnya.
Sementara itu, kebakaran lainnya terjadi di kawasan perbukitan Kalurahan Wukirsari, tepatnya di Dusun Karangasem RT 06 dan Dusun Nogosari RT 04, dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare.
"Lahan yang terbakar terdiri atas lahan milik warga dan tanah SG yang berada di kawasan perbukitan, sehingga lokasinya cukup jauh dari permukiman masyarakat," katanya.
Menurut dia, proses pemadaman di kedua lokasi dilakukan secara manual oleh warga, relawan, personel pemadam kebakaran, dan kepolisian karena sebagian besar lokasi tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
"Kondisi lahan yang terbakar dipenuhi ranting, dedaunan kering, serta vegetasi berupa pohon jati, bambu, dan sono sehingga api cukup mudah merambat," ujarnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran di kedua lokasi tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
"Untuk penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026