◐

Ekonom Usul Strategi Penyaluran Bansos Agar Warga Miskin Naik Kelas

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Sepanjang Hayat. Langkah ini dinilai menjadi strategi krusial untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Menurut Huda, program tersebut perlu menggabungkan dua hal utama, yaitu bantuan untuk menjaga daya beli serta program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat penerima manfaat bisa mandiri dan meningkatkan kesejahteraannya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan sosial memegang peran vital dalam membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan dasar. Namun, pengentasan kemiskinan yang efektif harus diimbangi dengan program produktif.

"Kita semua pasti setuju dengan perlindungan sosial, yang diperuntukkan kepada masyarakat miskin. Program perlinsos ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kemiskinan yang akut di Indonesia," kata Nailul Huda kepada Liputan6.com, Jumat (23/10/2026).

Huda menjelaskan, ada dua pendekatan utama yang perlu diperkuat dalam skema perlindungan sosial:

1. Menjaga Daya Beli Masyarakat Miskin

Pemerintah perlu memastikan masyarakat miskin tetap mampu membeli kebutuhan pokok di tengah lonjakan biaya hidup. Bantuan ini bisa disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Jadi, orang miskin apabila diberi bansos untuk tujuannya mereka bisa membeli barang kebutuhan seperti bahan pangan dan sembako. Bantuan ini bisa dengan PKH, BLT, subsidi BBM, dan sebagainya yang memang fungsinya untuk mendorong daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin," terangnya.

2. Pemberdayaan Ekonomi Produktif

Pendekatan kedua adalah mendorong warga miskin keluar dari garis kemiskinan lewat kredit program hingga bantuan alat produksi.

"Yang ini merupakan perlinsos bagi masyarakat miskin untuk keluar dari jurang kemiskinan, untuk mereka bisa naik kelas. Dalam program pemberdayaan ekonomi, PR-nya masih terlalu banyak hingga saat ini belum memberikan efek yang signifikan," ujar Huda.