◐

Penyakit Hati yang Sangat Berbahaya dan Dilarang Islam, Bagaimana Mengatasinya? |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara perbuatan hati yang paling buruk dan akhlak yang paling tercela adalah menyimpan kebencian dan dendam dalam hati terhadap kerabat, sahabat, tetangga, pemimpin, rekan kerja, maupun sesama saudara Muslim.

Perasaan buruk yang bersemayam dalam hati yang sakit tersebut bertentangan dengan sifat yang semestinya dimiliki oleh seorang mukmin terhadap saudara-saudaranya sesama Muslim.

Seorang mukmin hendaknya tidak menyimpan kebencian atau dendam terhadap sesama Muslim.

Allah SWT memuji orang-orang beriman yang hatinya bersih dari kedengkian dan dadanya dipenuhi keinginan untuk memberikan kebaikan kepada sesama orang beriman.

Bahkan, mereka tidak hanya mengharapkan kebaikan bagi saudara-saudaranya, tetapi juga mendoakan ampunan untuk mereka. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Mahapenyantun, Mahapenyayang.’” (QS Al-Hasyr [59]: 10)

Perhatikanlah hati orang-orang beriman tersebut. Dada mereka bersih dari kedengkian sehingga mendorong mereka untuk mendoakan kebaikan bagi sesama orang beriman.

Kebencian dan kedengkian merupakan penyakit hati yang sulit dihindari oleh manusia, kecuali orang-orang yang mendapat rahmat Allah.

Karena itu, salah satu kenikmatan surga adalah keadaan hati para penghuninya yang bersih satu sama lain dari segala bentuk kebencian. Allah SWT berfirman:

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.’ Diserukan kepada mereka, ‘Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.’” (QS Al-A‘raf [7]: 43)