Dukungan sosial dari lingkungan sekitar bantu jaga kesehatan mental
Dukungan sosial dari lingkungan sekitar bantu jaga kesehatan mental
Minggu, 11 Oktober 2026 07:00 WIB
Ilustrasi - Gangguan depresi pada perempuan. (Shutterstock/Tavarius/am)
Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis anak dan remaja Ocha Ananda Suherik, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa kesehatan mental sangat erat kaitannya dengan lingkungan sosial tempat individu berada, seperti dukungan keluarga dan orang-orang terdekat memiliki peran penting.
“Social support berupa dukungan emosional, informasi, dan bantuan praktis yang diterima seseorang dari lingkungannya sangat berperan penting,” ujar Ocha kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) itu mengatakan berdasarkan tanda 4D (Deviance, Dysfunction, Distress, dan Danger) bisa menjadi tanda seseorang sedang mengalami masalah kesehatan mental.
Tanda deviance atau penyimpangan dari pola yang lazim, yakni terdapat perubahan atau pola pikiran, emosi, maupun perilaku yang berbeda secara signifikan dari kebiasaan atau konteks sosialnya.
Tanda distress atau tekanan psikologis, berupa seseorang mengalami penderitaan emosional yang bermakna, seperti kesedihan berkepanjangan, kecemasan yang intens, perasaan hampa, rasa bersalah berlebihan, atau merasa kewalahan menghadapi kehidupan sehari-hari.
Serta tanda danger atau bahaya, terdapat indikasi risiko terhadap keselamatan diri sendiri atau orang lain, misalnya munculnya keinginan bunuh diri, perilaku menyakiti diri, atau perilaku lain yang membahayakan keselamatan.
“Tanda-tanda ini perlu ditanggapi secara serius dan tidak boleh diabaikan,” ujar dia.
Ocha juga mengatakan bentuk dukungan yang bisa dilakukan ketika orang terdekat mengalami masalah kesehatan mental dengan melakukan pendekatan membangun rasa aman secara bertahap, seperti menanyakan kabar dan kondisi mereka secara berkala.
Kemudian, lanjut Ocha, pertahankan interaksi sehari-hari yang wajar, perhatikan kebutuhan dan kemampuan orang tersebut, kemudian tawarkan bantuan yang konkret, berikan apresiasi terhadap usaha kecil yang individu tersebut lakukan.
“Sesuaikan dukungan dengan konteks sosialnya. Misalnya, pada anak atau remaja, misalnya, dukungan dapat melibatkan orang tua, guru, konselor sekolah. Menawarkan atau merekomendasikan bantuan profesional,” kata Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dukungan sosial dari lingkungan sekitar bantu jaga kesehatan mental
Pewarta : Sri Dewi Larasati
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026