Minum Kopi Setiap Hari Bikin Dehidrasi? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Jakarta -
Kopi ternyata bisa menyumbang asupan cairan harian. Namun, apakah kopi bisa menggantikan air putih? Ini kata ahli gizi!
Kopi menjadi minuman andalan banyak orang untuk memulai hari. Kopi mengandung kafein yang berperan meningkatkan energi.
Namun, kafein dalam kopi kerap dikaitkan dengan efek diuretik yang membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Hal ini memunculkan anggapan bahwa minum kopi bisa menyebabkan dehidrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, menurut ahli gizi, kopi tetap bisa menyumbang asupan cairan tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Meski begitu, ada batas konsumsi dan kondisi tertentu yang perlu diperhatikan.
Dikutip dari Martha Stewart (3/10) berikut penjelasannya:
1. Kopi Ternyata Bisa Membantu Memenuhi Asupan Cairan Harian
Ilustrasi minum kopi hitam Foto: Getty Images/Deagreez
Kopi menjadi minuman andalan banyak orang untuk memulai hari. Namun, muncul anggapan bahwa kopi bisa menyebabkan dehidrasi karena kandungan kafeinnya.
Menurut ahli gizi Alyssa Smolen dan Lauren Manaker, kopi tetap bisa berkontribusi terhadap asupan cairan harian karena sebagian besar kandungannya adalah air.
Efek diuretik kafein yang membuat seseorang lebih sering buang air kecil umumnya tidak menghilangkan seluruh cairan yang masuk.
Alyssa Smolen menjelaskan bahwa efek diuretik tersebut cenderung ringan. Efeknya juga dapat berkurang pada orang yang terbiasa minum kopi secara rutin.
2. Air Putih Tetap Menjadi Pilihan Utama untuk Hidrasi
Meski dapat menyumbang asupan cairan, kopi sebaiknya tidak dijadikan pengganti air putih sepenuhnya. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari.
Lauren Manaker mengingatkan bahwa kopi mengandung kafein dan sering dicampur gula, krim, atau sirup perasa. Karena itu, kopi sebaiknya dipandang sebagai salah satu sumber cairan, bukan satu-satunya minuman untuk menjaga hidrasi.
Asupan cairan harian tetap perlu dipenuhi dari berbagai sumber, terutama air putih. Kebiasaan minum kopi juga perlu diimbangi dengan konsumsi cairan lain sepanjang hari.
3. Batas Konsumsi Kopi yang Perlu Diperhatikan
Kopi hitam. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanilouise
Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari umumnya dianggap aman. Jumlah tersebut setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi seduh berukuran 237 mililiter.
Menurut Manaker dan Smolen, konsumsi kopi dalam jumlah tersebut umumnya tidak berdampak berarti pada hidrasi jika seseorang juga minum cairan lain. Namun, kebutuhan dan toleransi kafein setiap orang tentu berbeda.
Tubuh juga dapat menunjukkan tanda ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak kopi. Gangguan tidur, kecemasan, gelisah, dan lebih sering buang air kecil bisa menjadi tanda untuk mengurangi asupannya.
4. Orang-orang yang Perlu Berhati-hati Minum Kopi
Ibu hamil disarankan membatasi konsumsi kafein hingga 200 miligram per hari (1-2 cangkir). Mereka juga perlu memprioritaskan air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Orang yang sensitif terhadap kafein juga perlu lebih berhati-hati dalam mengatur konsumsi kopi.
Hal serupa berlaku bagi orang dengan kondisi tertentu yang berkaitan dengan jantung, tekanan darah, kandung kemih, ginjal, atau pembatasan cairan.
Jika sedang mengonsumsi obat atau mendapat anjuran untuk membatasi asupan cairan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Langkah ini membantu memastikan konsumsi kopi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh.
5. Kopi Tak Bikin Dehidrasi, Asal Konsumsinya Tak Berlebihan
Ilustrasi minum kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/ollinka
Efek diuretik kopi tidak serta-merta membuat tubuh kehilangan seluruh cairan dari minuman tersebut. Namun, konsumsi kopi berlebihan tanpa diimbangi asupan cairan lain dapat menimbulkan masalah.
Karena itu, kopi masih bisa menjadi bagian dari rutinitas hidrasi sehari-hari bagi orang yang tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu. Meski begitu, air putih tetap perlu menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Perhatikan pula respons tubuh setelah minum kopi, terutama jika muncul gangguan tidur atau rasa gelisah.
Mengatur jumlah kopi dan mencukupi kebutuhan cairan dari berbagai sumber dapat membantu menjaga keseimbangan hidrasi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/sob)