Disnaker Batam buka 20 pelatihan bersertifikasi bagi 657 pencari kerja
Batam (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), membuka 20 jenis pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi bagi 657 pencari kerja dan peserta yang belum pernah kerja ber-KTP Batam.
Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan program tersebut ditujukan bagi warga yang belum bekerja, dengan prioritas peserta yang belum pernah mengikuti pelatihan dari Disnaker Batam.
“Pelatihan bersertifikasi ini gratis dan peserta hanya dapat memilih satu jenis pelatihan,” kata Yudi saat dihubungi di Batam, Rabu.
Sebanyak 20 jenis pelatihan yang dibuka mencakup bidang konstruksi, pengelasan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), desain, teknologi informasi, tata busana, kecantikan, serta pengoperasian alat berat.
Di antaranya pelatihan scaffolding, las 5G SMAW, bahasa Korea, menjahit tata busana, petugas K3, Ahli K3 Umum, desain grafis muda, welding inspector basic, las 3G FCAW, operator komputer, AutoCAD, forklift tingkat dasar, menjahit pola, operator K3, tata rias salon, fitter structure, welder 3G/4G, dan rigger.
“Dari berbagai program tersebut, pelatihan forklift menampung peserta terbanyak, yakni 48 orang, disusul tata rias salon sebanyak 45 orang,” katanya.
Baca juga: BP3MI sebut pelatihan kerja bidang welder dibutuhkan di Kepri
Baca juga: 1.000 peserta ikuti pelatihan kerja di Batam
Ia menjelaskan, pendaftaran dibuka pada hari ini dan hingga siang hari ini, jumlah pendaftar tercatat mencapai 2.584 orang, jauh melebihi kuota 657 peserta yang tersedia. "Ini artinya masyarakat sangat antusias,” katanya.
Pelatihan berbasis keterampilan ini merupakan kedua kali dibuka kegiatan pada tahun 2026, pertama di awal tahun yang dianggarkan dengan APBD Murni, dengan 82 jenis unit kompetens. Yang sekarang ini dianggarkan melalui APBD-Perubahan,” katanya.
Yudi menjelaskan, peserta mendaftar melalui tautan yang disediakan Disnaker Batam, sedangkan proses seleksi dilakukan langsung oleh lembaga pelatihan kerja (LPK) yang menyelenggarakan pelatihan.
“Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan LPK di Kota Batam yang memenuhi persyaratan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka juga memiliki tenaga ahli sesuai bidang pelatihan masing-masing,” katanya.
Untuk persyaratan khusus, calon peserta pelatihan Ahli K3 Umum, petugas K3, dan operator K3 wajib memiliki pendidikan minimal D3 atau sederajat.
Sementara itu, peserta pelatihan las 4G dan 5G diutamakan memiliki pengalaman serta telah mengikuti pelatihan pengelasan tingkat dasar hingga 3G.
Disnaker Batam mengimbau masyarakat untuk memantau informasi lanjutan melalui akun Instagram dan TikTok resmi instansi tersebut, untuk informasi pendaftaran ulang dan tahap selanjutnya.
Baca juga: Apindo desak kenaikan dana pelatihan atasi kesenjangan keterampilan
Baca juga: Kemnaker alokasikan Rp1,7 triliun cetak ratusan ribu pekerja hijau
Baca juga: Pelatihan Vokasi Nasional akselerasi keterampilan tenaga kerja
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.