◐

Muncul Usulan Blokir Starlink, Amerika Kena Batunya

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kelompok nasionalis Hindu di India mendesak pemerintah untuk memblokir layanan internet berbasis satelit Starlink milik Elon Musk. Kelompok yang memiliki kedekatan dengan partai penguasa setempat itu beralasan bahwa faktor keamanan nasional mendasari tuntutan tersebut.

Swadeshi Jagran Manch (SJM), yang merupakan sayap ekonomi dari Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), juga menyatakan bahwa desakan pemblokiran ini berkaitan dengan ketegangan perdagangan antara India dan Amerika Serikat (AS). Mereka menyebutkan bahwa India berhak memblokir Starlink jika Washington memberlakukan tarif impor yang tinggi.

"Atas nama keamanan nasional, tentu India berhak memblokir Starlink berdasarkan kekhawatiran keamanan nasional yang sah," ujar koordinator nasional SJM, Ashwani Mahajan, dikutip dari Reuters, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, teknologi Starlink dapat menyulitkan pihak berwenang dalam membatasi layanan internet saat terjadi keadaan darurat keamanan, serta menyulitkan pemastian agar seluruh lalu lintas data di India melewati infrastruktur domestik.

Starlink sendiri berencana meluncurkan layanannya di India. Kehadiran ini telah lama dinantikan karena perusahaan harus menunggu hingga empat tahun untuk bisa masuk ke salah satu pasar terbesar di dunia tersebut.

Namun, proses peluncuran tersebut diwarnai ketegangan. Elon Musk selaku pemilik Starlink sempat menuding pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dan miliarder Mukesh Ambani berupaya menghambat masuknya Starlink ke India.

Upaya tersebut diduga dilakukan untuk melindungi dan menguntungkan bisnis Ambani, yakni Reliance Jio. Musk bahkan sempat mempertanyakan mengapa Starlink belum juga mengantongi lisensi meski telah mematuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan India selama bertahun-tahun.

"Apakah Ambani bos sebenarnya di India?" cuit Musk kala itu.

Hingga saat ini, Starlink bersama operator lokal seperti Reliance Jio dan Bharti masih menunggu persetujuan akhir dari pemerintah untuk dapat mulai beroperasi secara resmi.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]