Dinkes Natuna kampanyekan pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan

Dinkes Natuna kampanyekan pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan

Kamis, 17 September 2026 22:55 WIB

Image Print

Kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat di Desa Sepempang, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (17/9/2026). ANTARA/HO-Dinkes Natuna

Natuna (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah yang dikonfirmasi dari Batam, Kamis, mengatakan kampanye ini dikemas dalam kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat yang telah dilaksanakan di empat lokasi posyandu.

Tujuan kegiatan ini sebagai upaya mencegah stunting dan menekan angka kematian ibu dan bayi.

Kegiatan tersebut menyasar langsung masyarakat dengan memanfaatkan kegiatan posyandu sebagai ruang edukasi dan dialog mengenai kesehatan ibu hamil. Menurut dia, kegiatan terbaru dilaksanakan pada Kamis (17/9) di Desa Sepempang.

“Kami membawa Gerakan Ibu Hamil Sehat langsung ke posyandu dan masyarakat. Kegiatan ini diselaraskan dengan jadwal posyandu agar pesan kesehatan dapat diterima lebih luas,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, ibu hamil bersama masyarakat yang hadir diberikan pemahaman tentang menjaga kesehatan ibu hamil dan anak yang ada di dalam kandungan.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan Deklarasi ibu hamil dan minum tablet tambah darah (TTD) secara serentak oleh para ibu hamil sebagai bagian dari kampanye pencegahan anemia.

Hikmat menjelaskan masa kehamilan merupakan bagian penting dari 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang menjadi fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut dia, terdapat sejumlah pesan kunci yang disampaikan kepada masyarakat luas tentang kesehatan ibu selama masa kehamilan, antara lain pemeriksaan kehamilan dilakukan sedikitnya enam kali, dengan dua di antaranya melalui pemeriksaan USG.

Ibu hamil juga diminta patuh mengonsumsi TTD minimal 180 tablet selama kehamilan, menerapkan pola makan bergizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku” dengan memperbanyak protein hewani, buah dan sayuran, serta mengikuti kelas ibu hamil. Selain itu, ibu dianjurkan melahirkan di fasilitas kesehatan dan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.

Ia juga menekankan pentingnya peran kader, keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu hamil.

“Kami ingin masyarakat semakin peduli terhadap ibu hamil dan lingkungan sekitarnya. Posyandu bukan hanya tempat pelayanan, tetapi juga sarana edukasi dan membangun kepedulian bersama,” ujar dia.

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.