Polda Maluku dorong pengembangan budi daya Uwi Ungu sebagai pangan lokal - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Polda Maluku mendorong pengembangan Uwi Ungu sebagai salah satu komoditas pangan lokal melalui budi daya bersama Kelompok Tani Sumber Rejeki di Dusun Kamiri, Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

“Hari ini kita tidak hanya menanam, tetapi sudah sampai pada tahap panen. Ini menunjukkan bahwa lahan yang dikelola secara produktif, dengan pendampingan dan keterlibatan masyarakat, dapat menghasilkan pangan yang mendukung ketahanan pangan,” kata Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Dicky Irawan Kesuma di Ambon, Kamis.

Dicky mengatakan panen tersebut menunjukkan dukungan Polri terhadap ketahanan pangan dilakukan melalui kegiatan produktif bersama masyarakat, mulai dari pemanfaatan lahan hingga menghasilkan komoditas pangan.

Menurut dia, Maluku memiliki beragam potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong pengembangan Uwi Ungu tidak berhenti pada kegiatan budi daya, tetapi dilanjutkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan masyarakat.

“Potensi pangan lokal di Maluku sangat besar. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan yang tersedia dan mengembangkan komoditas yang sesuai dengan potensi wilayah. Polri akan terus mendukung melalui pendampingan dan kolaborasi bersama masyarakat,” ujar dia.

Program budi daya Uwi Ungu tersebut merupakan bagian dari gerakan ketahanan pangan Polri yang dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong maupun lahan produktif bersama masyarakat.

Rangkaian kegiatan meliputi penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pendampingan hingga panen. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung diversifikasi pangan dan pemanfaatan komoditas pangan lokal.

“Yang penting dari program ini adalah keberlanjutannya. Kita ingin masyarakat melihat bahwa lahan yang ada dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan produktif. Polri hadir untuk mendukung dan mendampingi, sementara masyarakat menjadi penggerak utama dalam pengelolaannya,” katanya menjelaskan. 

Ia juga menjelaskan, keterlibatan Bhabinkamtibmas dan personel yang memiliki kompetensi di bidang ketahanan pangan menjadi bagian dari pendampingan agar program berjalan sejak penanaman hingga pemeliharaan dan panen.

Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.